HIPMI dan Gubernur DKI Upayakan Cegah Gelombang PHK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta aksi membawa poster saat melakukan aksi di depan Kedutaan Jepang,  Jakarta, 9 Februari 2016. Aksi penuntutan ini terkait ribuan buruh yang di PHK oleh beberapa perusahaan milik Jepang. TEMPO/Amston Probel

    Peserta aksi membawa poster saat melakukan aksi di depan Kedutaan Jepang, Jakarta, 9 Februari 2016. Aksi penuntutan ini terkait ribuan buruh yang di PHK oleh beberapa perusahaan milik Jepang. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menggandeng Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk mengantisipasi dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pengangguran.

    "Fungsi kita sebagai pemerintah mendorong anak-anak muda mampu menjadi pengusaha tangguh dan profesional, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja," kata Djarot di Balai Kota, Rabu (10 Februari 2016).

    Hadirnya pengusaha muda dapat membantu untuk menciptakan lapangan kerja seperti industri kecil san menengah yang dapat bertahan disulignya perekonomian nasional.

    "Pemprov DKI menciptakan lapangan kerja melalui program padat karya yang tidak membutuhkan skill atau ijazah khusus, nah HIPMI bisa membantu dengan menciptakan industri kecil dan menengah, karena industri ini lebih tahan," katanya.

    Harapannya, penguaaha muda dapat menciptakan barang maupun jasa yang mampu bersaing di era masyarakat ekonomi Asean MEA).

    Masalahnya, saat ini mereka belum memahami bagaimana untuk memasukakan barang atau jasa dalam e-catalog.

    BISNIS


  • PHK
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.