Asian Games 2018, GBK Mulai Direnovasi Juli 2016

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deretan bangku rusak pada tribun penonton Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, 10 Oktober 2015. Untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018, pemerintah harus merogoh dana sebesar Rp 856 milyar untuk merenovasi dan memperbaiki semua arena cabang olahraga yang ada di GBK. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Deretan bangku rusak pada tribun penonton Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, 10 Oktober 2015. Untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018, pemerintah harus merogoh dana sebesar Rp 856 milyar untuk merenovasi dan memperbaiki semua arena cabang olahraga yang ada di GBK. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan merenovasi stadion Gelora Bung Karno sebagai tempat berlangsungnya Asian Games 2018. Stadion seluas 87 hektar tersebut rencananya akan mulai direkonstruksi dan renovasi pada Juli 2016.

    "Renovasi itu meliputi 14 venue, di antaranya Stadion Utama GBK," ujar Direktur Penataan Bangunan, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Adjar Prajudi di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (10 Februari 2016).

    Selain itu, venue yang akan direnovasi adalah Tenis Indoor dan Outdoor, Gedung Stadion Madya, Gedung Basket, Lapangan Hoki, Lapangan Panahan, Lapangan Sepakbola A/B/C, Stadion Renang, Istora Senayan, LapanganSoftball Pintu Satu, Lapangan Latihan Bulu Tangkis (Hall ABC), Gedung Bola Voli, Lapangan Softball Cemara III, dan Lapangan Bulu Tangkis.

    Anggaran yang diperlukan untuk renovasi GBK, diperkirakan mencapai Rp2 triliun yang diperoleh dari APBN serta dana hibah dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

    Adjar mengatakan, pada rencana awal, renovasi tersebut akan dilakukan secara besar-besaran dengan mengubah seluruh venue menggunakan teknologi yang ada sekarang. Namun karena sebagian bangunan tersebut masuk dalam kategori heritage atau bangunan bersejarah, maka renovasi hanya akan dilakukan secara moderat saja pada ke 14 venue yang ada.

    "Dulu awalnya kita maunya membuat kualitas lingkungan kompleks GBK yang baik dengan desain teknologi tahun 2016-2018 namun mengingat waktu terbatas karena harus selesai 2017, maka kita pilih moderat dengan membuat kompleks bangunan seperti pada awal dibangun tahun 1962," sambung dia.

    Renovasi moderat yang dimaksud yakni berupa pemugaran dan perbaikan sisi-sisi bangunan yang mulai kusam ditambah pembangunan ornamen baru sehingga tampilan venue-venue tersebut bakal lebih cantik dari sebelumnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?