85 Persen Saham BUMN Dikuasai Asing

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekretaris Menteri Negara BUMN Muhammad Said Didu mengatakan sebanyak 85 persen saham BUMN yang sudah melantai di bursa dikuasai oleh asing. Walau dikuasai asing, kepemilikan tersebut tidak memiliki dampak negatif."Itu memang saham BUMN yang ada di publik 85 persen dikuasai asing," kata Said Didu seusai diskusi di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, hari ini. Dengan kepemilikan asing yang besar itu, berarti pihak asing lah yang menikmati sebagian besar keuntungan BUMN yang sudah go public.Beberapa BUMN besar yang sudah menjadi perusahaan terbuka dan selalu membukukan keuntungan, antara lain PT Telkom Tbk, PT Indosat Tbk, PT Semen Gresik Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Kimia Farma Tbk, PT Adhi Karya Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Bukit Asam Tbk. Namun Said tidak merinci BUMN mana saja yang kepemilikan saham publiknya dikuasai asing.Said menambahkan, walau kepemilikan saham publik dikuasai asing, tidak memiliki dampak negatif. "Kalau 85 persen saham publik dipegang asing, berarti yang menikmati sebagian besar keuntungan adalah orang asing. Bukan orang Indonesia," kata dia.Tingginya kepemilikan asing, lanjut Said, menunjukkan minimnya kemampuan investor dalam negeri untuk memiliki saham-saham perusahaan milik negara. "Orang Indonesia harus ditingkatkan kemampuannya. Jadi bisa mendapatkan dividen atau menikmati keuntungan BUMN," kata dia.tito sianipar

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.