Pelabuhan Cirebon Akan Terhubung Jalur Kereta Api

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal Penelitian Geomarin III di Pelabuhan Cirebon, Jabar, Rabu (5/8). Kapal itu dilengkapi peralatan geologi, geofisika dan hidrografi untuk survei  pemetaan geologi kelautan serta inventarisasi sumber daya energi dan mineral. ANTARA/Prasetyo Utomo

    Kapal Penelitian Geomarin III di Pelabuhan Cirebon, Jabar, Rabu (5/8). Kapal itu dilengkapi peralatan geologi, geofisika dan hidrografi untuk survei pemetaan geologi kelautan serta inventarisasi sumber daya energi dan mineral. ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Revitalisasi Pelabuhan Cirebon di Jawa Barat akan meliputi pengintegrasian pelabuhan dengan jalur kereta api untuk mempermudah pengangkutan atau lalu lintas barang.

    Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Cirebon (KSOP) Rivolindo di Cirebon, Selasa (9 Februari 2016), dalam sosialisasi finalisasi Rencana Induk Pelabuhan (RIP), mengatakan pihaknya bekerja sama dengan PT KAI untuk membuat jalur yang terintegrasi dengan pelabuhan dan itu sudah mendapatkan respons positif.

    Menurut dia, jalur tersebut akan menghubungkan antara stasiun barang yang berada di Cangkring dan dari pihak KA berencana akan membebaskan tanah pada tahun ini untuk jalur tersebut.

    "Pihak kereta api sangat mendukung dengan rencana tersebut dan kami sudah bertemu dan membahasnya," tuturnya.

    Sementara itu dari beberapa unsur yang mengikuti sosialisasi tersebut semua mendukung dan berharap banyak pada revitalisasi pelabuhan.

    Ada beberapa perwakilan yang mengikuti acara sosialisasi itu, di antaranya dari pihak Pemerintah Daerah, TNI, Polri dan pengusaha dan masyarakat.

    "Kami menyambut baik rencana revitalisasi pelabuhan Cirebon, yang nantinya akan terintegrasi dengan kereta api," kata Sekretaris Daerah Kota Cirebon Asep Dedi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.