NTB Minta Pemerintah Tidak Impor Beras dan Jagung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang Jagung di Pasar Tanah Tinggi, Tangerang, Banten, Rabu 31 Desember 2014. Tahun Baru menjadi rezeki bagi para pedagang jagung yang mampu menjual 10 Ton jagung pada perayaan malam tahun baru. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Pedagang Jagung di Pasar Tanah Tinggi, Tangerang, Banten, Rabu 31 Desember 2014. Tahun Baru menjadi rezeki bagi para pedagang jagung yang mampu menjual 10 Ton jagung pada perayaan malam tahun baru. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.COMataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi meminta pemerintah tidak mengimpor beras dan jagung. Soalnya, menurut dia, petani NTB dirugikan karena Perum Bulog tidak mampu secara maksimal membeli produksi beras dan jagung walaupun setahun sebelumnya Presiden Joko Widodo telah memintanya.

    Zainul mengatakan produksi beras NTB mencapai 1,3 juta ton setahun. Untuk kepentingan sendiri 700 ribu ton dan untuk suplai daerah lain, seperti Nusa Tenggara Timur, Bali, dan Jakarta, sebanyak 600 ribu ton. "Hendaknya pemerintah meminta Perum Bulog maksimal membeli produksi petani NTB," katanya, Selasa, 9 Februari 2016.

    Zainul mengatakan, sewaktu panen, harga jagung NTB per kilogram Rp 2.560. Tapi dari jumlah panen jagung yang ada tidak terbeli semuanya oleh Perum Bulog. Produksi jagung NTB mencapai 760 ribu ton, tapi yang terserap Bulog hanya 110 ribu ton atau 26 persen. Sedangkan ekspor jagung NTB sebanyak 150 ribu ton. "Banyak petani menjerit," ujarnya. Sebab, harga jualnya jatuh hingga Rp 1.600 per kilogram.

    Pertumbuhan ekonomi NTB, kata Zainul, mencapai 21 persen atau yang tertinggi di Indonesia. "Tingkat kemiskinan pun menjadi rendah. Tingkat kedalaman dan keparahan pun rendah," ucapnya.

    Ia berjanji, jika jalan bebas hambatan (bypass) dari Lembar, Lombok Barat, menuju Labuan Kayangan, Lombok Timur, dibangun, pertumbuhan ekonomi akan bisa ditingkatkan lagi.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.