Tips Aman Bertransaksi Internet Banking

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BANK BRI muncul dengan inovasi untuk melindungi nasabahnya dari cybercrimes dengan sistem keamanan berlapis.

    BANK BRI muncul dengan inovasi untuk melindungi nasabahnya dari cybercrimes dengan sistem keamanan berlapis.

    INFO BISNISInternet banking hadir untuk memudahkan kita bertransaksi perbankan, tak perlu repot antre di teller atau mesin ATM. Meski mudah dan terjamin keamanannya, kita harus tetap berhati-hati bertransaksi lewat Internet banking. Apalagi dengan munculnya beragam model cybercrimes.

    Saat ini, ada beberapa metode cybercrimes yang sering dipakai. Salah satunya phishing, yaitu upaya untuk mendapatkan informasi rahasia orang lain. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk keperluan lain dengan mengatasnamakan pemilik aslinya. Contohnya saat kita diundang melakukan login di laman yang menyerupai laman bank untuk mendapatkan user id dan password kita.

    Kemudian ada malware (malicious software), yakni sebuah aplikasi (software) yang diciptakan untuk mencari kelemahan komputer, yang kemudian dapat mengontrol sistem operasi komputer. Contoh malware yang paling sering kita temui sehari-hari adalah virus dan worm yang akan merusak atau menyembunyikan data di komputer.

    Selain itu, terdapat key logger yaitu, suatu cara yang dapat merekam aktivitas pengetikan pengguna. Modelnya dapat berupa software atau hardware dan tujuannya untuk menangkap informasi yang beragam, diantaranya user id atau password.

    BANK BRI muncul dengan inovasi untuk melindungi nasabahnya dari cybercrimes tersebut di atas dengan sistem keamanan berlapis. Nasabah yang melakukan transfer atau menerima transfer dana akan menerima notifikasi ke alamat email atau nomor handphone terdaftar. Selain itu, diterapkan enkripsi SSL (Secure Socket Layer) yang mengacak data. Dengan fasilitas M-Token yang merupakan rangkaian kode berupa SMS dari sistem BANK BRI untuk nasabah agar bisa bertransaksi dan dikirimkan ke nomor handphone nasabah. Sistem keamanan berlapis itulah yang dapat membuat nasabah tidak perlu khawatir untuk bertrransaksi menggunakan Internet Banking BRI.

    Ada hal-hal yang juga perlu diperhatikan nasabah dalam bertransaksi dengan Internet Banking BRI. Tips aman bertransaksi dengan Internet Banking BRI diantaranya:

    Ketika memakai Internet banking BRI, pastikan bertransaksi di laman website yang benar, yaitu https://ib.bri.co.id atau melalui link Internet Banking BRI di website BRI www.bri.co.id dan juga aplikasi BRI MOBILE yang dapat didownload untuk semua jenis smartphone. Sebagai catatan, jangan sampai membuka website Internet Banking BRI menggunakan link yang dikirimkan melalui surat, e-mail, SMS, atau media lain yang mengatasnamakan BRI.

    Selalu jaga kerahasiaan user id, password, serta m-Token. Jangan pernah memberikan atau memasukkan data tersebut ke aplikasi yang tidak terpercaya dan segera hapus m-Token yang telah habis digunakan atau telah habis masa berlakunya.

    Kemudian, baiknya secara rutin lakukan perubahan password dan jangan menggunakan kombinasi yang gampang ditebak, misalnya nama dan tanggal lahir.

    Pastikan bertransaksi menggunakan media komputer yang aman, tidak dari tempat umum atau media lain yang keamanan transaksinya tidak terjamin. Setelah  melakukan transaksi, segera hapus history transaksi menggunakan pilihan clear cache yang tersedia setelah logout.

    Satu lagi, hati-hati dalam mengunduh dan menggunakan aplikasi yang tidak dipercayai, untuk menghindari serangan malware yang dapat mengakses seluruh data dan mengambil alih kontrol device Anda.

    Bila menemui kejanggalan, segera hubungi contact center BRI di 14017 atau (021) 15000-17.

    Untuk kemudahan transaksi perbankan, segera download aplikasi BRI Mobile di BB App World (untuk pengguna BB), Windows Phone Store (untuk pengguna Windows Phone). Google Play Store (untuk pengguna Android), atau App Store (untuk pengguna i-Phone).  (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.