Tahun Monyet Api, Miliki Target Keuangan yang Pasti

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Tionghoa memanjatkan doa pada malam menyambut imlek 2567 di Klenteng Xian Ma, Makassar, 7 Februari 2016. Warga tionghoa di Makassar secara bergantian melaksanakan sembahyang imlek tahun monyet api dengan harapan mendapatkan rezeki yang lebih. TEMPO/Fahmi Ali

    Warga Tionghoa memanjatkan doa pada malam menyambut imlek 2567 di Klenteng Xian Ma, Makassar, 7 Februari 2016. Warga tionghoa di Makassar secara bergantian melaksanakan sembahyang imlek tahun monyet api dengan harapan mendapatkan rezeki yang lebih. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Memasuki tahun monyet api dalam penanggalan Cina, perencana keuangan dari Finansia Consulting, Eko Endarto, memberi tip dalam mengelola keuangan.

    "Berusahalah untuk memperkecil pengeluaran dan tidak tergoda dengan rayuan dunia untuk menghabiskan uang kita untuk hal-hal yang tidak dibutuhkan," kata dia melalui pesan pendek, Senin, 8 Februari 2016.

    Eko mengatakan, pengeluaran sifatnya tidak terbatas. Maka, pengelolaan dan alokasi penting. Kedua, kata dia, seseorang sebaiknya mempunyai target-target keuangan yang harus dicapai di tahun ini. "Bisa penyelesaian utang atau investasi," kata dia.

    Ketiga, jadikan awal tahun untuk memulai atau action. "Tindakan kecil lebih berarti dari pada rencana besar yang tidak pernah terealisasi," ucap Eko.

    Sedangkan untuk tahun masehi 2016, menurut Eko, tahun ini adalah kesempatan berinvestasi. Semua jenis investasi bagus untuk tahun ini, bahkan semua harga turun dan aset-aset yang dijual dengan harga diskon. "Investasi saham bisa, reksadana, emas, dan kalau punya dana, properti juga oke," ujarnya.

    Eko melanjutkan, menabung kas juga tetap perlu untuk tujuan jangka pendek. "Kondisi apa pun, baik saat kondisi ekonomi turun maupun tinggi, kita tetap menabung," ucapnya. “Namun coba sisihkan untuk berinvestasi.”

    REZKI ALVIONITASARI

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.