Selamatkan Ekonomi Desa, Menteri Marwan Kejar Dua Hal Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar (ketiga kanan) meninjau Smart Patas Len, berdaya 1200 Wp di Desa Hepuhulawa, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, 9 Januari 2016. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

    Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar (ketiga kanan) meninjau Smart Patas Len, berdaya 1200 Wp di Desa Hepuhulawa, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, 9 Januari 2016. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) menyatakan 17,9 juta penduduk miskin berada di desa hingga pembangunan harus dimulai dari wilayah tersebut.

    MenteriDPDTT Marwan Jafar menuturkan jumlah penduduk miskin saat ini sekitar 28,5 juta jiwa, dengan 17,9 juta jiwa berada di desa. Oleh karena itu, sambungnya, perekonomian masyarakat desa harus diselamatkan.


    Pertumbuhan ekonomi khususnya di daerah tertinggal masih memprihatinkan. "Bagaimana tidak, dari 122 daerah tertinggal di Indonesia, 73% di antaranya memiliki pertumbuhan ekonomi di bawah rata-rata nasional," kata Marwan dalam keterangannya, Senin 8 Februari 2016.


    Dia menuturkan 28% dari total penduduk miskin berada di daerah tertinggal. Dan selama ini, kata Marwan, perekonomiannya selalu berada di bawah rata-rata nasional. 


    Oleh karena itu, Marwan menegaskan diperlukannya pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Selain itu, sambungnya, diperlukan juga Usaha Bersama Komunitas (UBK). 


    Marwan mengharapkan dengan adanya kedua perangkat itu, perekonomian masyarakat desa akan sangat terbantu. Saat ini sudah terdapat 200 UBK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.