Wali Kota Ingin Tangerang Jadi Pusat Bisnis Penerbangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) meresmikan pengoperasian hanggar terbesar di dunia yang berada di area Garuda City Centre, komplek Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, 28 September 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) meresmikan pengoperasian hanggar terbesar di dunia yang berada di area Garuda City Centre, komplek Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, 28 September 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Tangerang - Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah memimpikan wilayah yang dipimpinnya menjadi pusat bisnis penerbangan. Menurut dia, Kota Tangerang letaknya sangat strategis.

    Arief menyebutkan, di Kecamatan Benda, Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai pintu gerbang Indonesia berada. Maka sudah sangat layak jika kantor pusat maskapai berada di  Tangerang, bukan di Jakarta.

    “Dari Soekarno-Hatta ke Jakarta sangat macet, butuh waktu dua jam. Dari Tangerang ke bandara tersebut ibarat tinggal lompat. Saya berpikir, kenapa pusat bisnis penerbangan tidak di Kota Tangerang saja?” kata Arief kepada Tempo, Senin, 8 Februari 2016.

    Terkait dengan mimpi itu, Arief pernah menyampaikan keinginannya kepada bekas Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar. “Saya pernah sampaikan ke Pak Emir, dan beliau setuju,” ucap Arief. Dia berharap Dirut PT Garuda sekarang ( Arif Wibowo) juga merespons keinginannya.

    “Setelah tidak di Garuda, Pak Emir baru tahu Bandara Soekarno-Hatta masuk wilayah Tangerang, bukan Cengkareng lho,” ujar Arief.

    Menurut Arief, ia getol berkomunikasi dengan Budi Karya Sumadi, Direktur Utama PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta, untuk mengumumkan bahwa bandara ini masuk wilayah Kota Tangerang. Dan baru-baru ini, maskapai penerbangan sudah menyebut nama Tangerang sesaat setelah tinggal landas atau mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.

    Baca: Bandara Soekarno-Hatta Tak Lagi di Cengkareng, Tapi...

    Arief menyebutkan sebenarnya dia juga mengusulkan kode tiga huruf (three letter codes) CGK menjadi TNG. Namun kode standar International Air Transport Association (IATA) itu sudah dipakai Bandara Boukhalef, Kota Tangier, Maroko.

    Menurut Arief, dengan penyebutan Tangerang dalam dunia penerbangan, kota ini menjadi naik kelas. “Ya, ini menguntungkan, Tangerang menjadi branded. Kami juga membuka luas investor yang akan berbisnis di kota ini. Kini sudah ada Garuda. Kalau semua maskapai berkantor di sini, Tangerang akan menjadi pusat bisnis penerbangan.”

    Selain Garuda, pelayanan navigasi penerbangan AirNav Indonesia berkantor di Kota Tangerang. Kantor pusat perusahaan ini berada di Jalan Ir Juanda Nomor 1, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, tak jauh dari Bandara Soekarno-Hatta. Ada pula gedung AirAsia Red House milik maskapai penerbangan AirAsia di Jalan Marsekal Suryadarma, Blok Selapajang Jaya, Neglasari.

    Selain untuk bisnis penerbangan, menurut Arief, Kota Tangerang sangat layak sebagai kota investasi. Hal ini satu konsep dengan pengembangan kota bandara (aero city). Untuk itu, Pemerintah Kota dan PT AP II tengah membicarakan pengubahan rencana detail tata ruang seputar Bandara Soekarno-Hatta yang masuk zona merah pengembangan perluasan bandara tersebut. "Bila zona merah ini diubah menjadi zona hijau, sinyal investasi di bidang hunian dan properti komersial akan tumbuh seperti jamur."

    AYU CIPTA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.