Rachmat Gobel Minta Buruh Tidak Terus Memprotes Soal Upah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menunjukkan daging ayam saat meninjau Pasar Murah di Kementerian Perdagangan, Jakarta, 25 Juni 2015. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menunjukkan daging ayam saat meninjau Pasar Murah di Kementerian Perdagangan, Jakarta, 25 Juni 2015. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.COJakarta - Executive Advisor PT Panasonic Gobel Indonesia Rachmat Gobel meminta kalangan buruh tak terus-menerus memprotes soal upah. "Jangan minta dinaikkan upahnya saja, kualitas tenaga kerja juga harus ditingkatkan," katanya di Jakarta, Sabtu, 6 Februari 2016.

    Gobel mengungkapkan, pelemahan ekonomi saat ini seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan pertumbuhan sektor industri. Untuk itu, peran dan kualitas tenaga kerja di sektor tersebut harus ditingkatkan. 

    Baca juga: Ribuan Buruh Demo, Ini Pengalihan Lalu Lintas di Istana

    Menurut Gobel, yang berperan dalam menyumbangkan keuntungan bagi perusahaan adalah karyawan yang bekerja. Karena itu, kualitas pendidikan dan pelatihannya harus terus digenjot agar keterampilan para pekerja semakin terasah. Dengan begitu, Indonesia tak hanya menawarkan tenaga kerja dengan upah murah, tapi juga berkualitas.

    Dengan demikian, kata mantan Menteri Perdagangan ini, jika perusahan tersebut hengkang dari Indonesia dan mencari pasar di negara lain, tenaga kerja ini tidak panik. Tenaga kerja malah dapat mengambil alih usaha tersebut. "Melalui peningkatan kualitas tenaga kerja pulalah kita memanusiakan manusia," ujarnya.

    Baca juga: Isu Panasonic Tutup, Deddy Mizwar Bela Gobel

    Direktur Penyelesaian Perselisihan Kementerian Tenaga Kerja Sahat Sinurat mengingatkan soal peran pekerja dalam sebuah industri. Pemerintah selalu berusaha membina serikat pekerja dan pengusaha, di antaranya dengan menggelar pelatihan untuk meningkatkan kemampuan para pekerja.

    Namun, kata Sahat, peran pengusaha juga tak bisa dihindarkan. Ia mendorong untuk meningkatkan dialog antara tenaga kerja dan manajemen perusahaan. "Untuk mendukung pertumbuhan tenaga kerja, perlu disokong hubungan industrial di perusahaan.”

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro Kontra Kemendikbud Menerapkan Zonasi Sekolah pada PPDB 2019

    Zonasi sekolah di PPDB yang diterapkan Kemendikbud memicu pro dan kontra. Banyak orang tua menganggap sistem ini tak adil dan merugikan calon siswa