Ini Faktor yang Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI Joko Widodo didampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (dua kiri), dan Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri) saat membuka perdagangan saham tahun 2016 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 4 Januari 2016.  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 4.593,0 pada 30 Desember 2015. TEMPO/Subekti

    Presiden RI Joko Widodo didampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (dua kiri), dan Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri) saat membuka perdagangan saham tahun 2016 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 4 Januari 2016. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 4.593,0 pada 30 Desember 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2015 sebesar 4,79 persen adalah investasi dan belanja pemerintah. "Memang salah satunya investasi itu dampaknya sudah muncul di PDB (produk domestik bruto). Walaupun belum semua, semua investasi sudah memulai aktivitasnya dengan membeli tanah. Itu menambah ke pertumbuhan," kata dia di kantornya, di Jakarta, Jumat, 5 Februari 2016.

    Faktor kedua, menurut Darmin, pengeluaran dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang cukup besar sehingga memperbaiki pertumbuhan. "Intinya, pertumbuhan karena pertumbuhan investasi dan anggaran belanja," ujarnya.

    Untuk mendorong pertumbuhan pada kuartal pertama 2016, kata Darmin, pemerintah akan mendorong investasi dan mempercepat realisasi anggaran. "Kementerian PUPR, misalnya, sudah merealisasi anggarannya," ucapnya.

    Baca: Kereta Cepat, Walini Jadi Kota Baru yang Ramah Lingkungan

    "Panen juga akan keluar pada kuartal pertama. Walaupun ada kemarau, hal itu akan membuat sektor pertanian membaik," katanya.

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015 sebesar 4,79 persen. Kepala BPS Suryamin mengatakan PDB mencapai Rp 11.540,8 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp 45,2 juta atau US$ 3.377,1.

    "Pertumbuhan ekonomi 2015 tumbuh 4,79 persen melambat dibanding pada 2014, yang sebesar 5,02 persen," tuturnya saat konferensi pers di kantornya, di Jakarta.

    Suryamin menjelaskan, ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2015, bila dibandingkan dengan triwulan IV 2014, tumbuh 5,04 persen. "Ini tertinggi dibanding triwulan sebelum-sebelumnya."

    Baca Juga: Jusuf Kalla Siapkan Jurus untuk Genjot Pertumbuhan Ekonomi

    BPS mencatat, pada triwulan pertama 2015, ekonomi tumbuh 4,73 persen, pada triwulan kedua 4,66 persen, dan pada triwulan ketiga sebesar 4,74 persen.

    ARKHELAUS W


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.