Dispenda Sulawesi Selatan Targetkan Pendapatan Rp 6,8 Triliun Tahun Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kantor Pelayanan Pajak. TEMPO/Nickmatulhuda

    Ilustrasi Kantor Pelayanan Pajak. TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO.COMakassar - Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan pendapatan daerah sebesar Rp 6,8 triliun tahun ini. Jumlah ini meningkat dibanding realisasi pada 2015, yang mencapai Rp 6 triliun. 

    Kepala Dispenda Tautoto Tana Ranggina mengatakan proyeksi target pendapatan ini bersumber dari pendapatan asli daerah Rp 3,5 triliun, dana perimbangan Rp 2,1 triliun, dan pendapatan lain-lain Rp 1,2 triliun.

    Baca berita lainnya: Pemerintah Anggap Restrukturisasi Panasonic Wajar

    Untuk mencapai target tersebut, Tautoto melanjutkan, ada beberapa langkah, antara lain pemberian insentif untuk pajak kendaraan baru, pajak progresif, dan mengubah sistem pembayaran langsung dengan sistem door to door untuk wajib pajak yang tertunda. Tautoto menambahkan, dua sektor pajak tetap menjadi primadona, yaitu pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama.

    "Dua sektor pajak ini tetap menjadi andalan karena hasil yang bisa dicapai, sekitar Rp 2 triliun," ucapnya, Jumat, 5 Februari 2016.

    Kepala Bidang Pajak Dispenda Sulawesi Selatan Burhanuddin menambahkan, untuk mencapai target, ada beberapa program yang dimaksimalkan. Namun hal ini akan sangat bergantung pada kondisi ekonomi.

    "Jika kondisinya lebih baik daripada 2015, target yang ingin dicapai dapat terpenuhi," ujarnya.

    Burhanuddin menyebutkan salah satu sektor pajak yang terpengaruh adalah bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB). Akibat ekonomi yang tidak stabil, daya beli masyarakat turun. Selain itu, pajak pengambilan dan pemanfaatan air permukaan agak turun karena anjloknya harga nikel, yang membuat pendapatan di sektor itu menurun.

    Baca berita lainnya: Daya Beli Turun, Penjualan Sepeda Motor Ditargetkan 6,5 Juta Unit

    IIN NURFAHRAENI DEWI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.