Darmin: Pertumbuhan 4,79 Persen Sesuai Estimasi Pemerintah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Darmin Nasution. TEMPO/Subekti

    Menko Perekonomian Darmin Nasution. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 4,79 persen yang baru saja dirilis Badan Pusat Statistik sudah sesuai dengan perkiraan pemerintah.

    "Kami memang memperkirakan pertumbuhan itu bergerak mendekati 4,8 persen. Ini melesetnya sedikit sekali, kan," ucap Darmin di kompleks Istana, Jumat, 5 Februari 2016.

    Darmin menyebutkan angka tersebut menunjukkan upaya mendorong investasi sudah menunjukkan hasil. Capaian ini juga menunjukkan belanja barang dan belanja pemerintah sudah baik.

    Dari laporan BPS tersebut, Darmin menyoroti pertumbuhan sektor pertanian yang tidak terlalu baik. Pasalnya, ada pergeseran musim panen karena musim kemarau. Tapi pemerintah berharap kinerja sektor pertanian pada kuartal pertama akan membaik. "Sektor industri lumayan baik. Terminologinya, not bad, menurut kami."

    Baca: BPS: Ekonomi 2015 Tumbuh 4,79 Persen

    Darmin optimistis capaian ini bisa berlanjut pada kuartal selanjutnya pada 2016. Untuk mempertahankan kinerja ekonomi, pemerintah akan terus mendorong investasi, salah satunya dengan mencari pasar baru. "Sebab, kalau melahirkan industri baru, belum cukup waktunya," ujarnya. Sektor perikanan dan pariwisata akan menjadi prioritas dalam upaya tersebut.

    Pemerintah yakin pertumbuhan pada triwulan pertama 2016 di atas 5 persen. Darmin optimistis pertumbuhan pada kuartal pertama ini tetap akan positif. BPS mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015 sebesar 4,79 persen atau melambat dibanding 2014 yang mencapai 5,02 persen.

    ANANDA TERESIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.