Pemberdayaan Petani Rumput Laut Hanya Setengah Hati  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rumput laut. ANTARA/Saiful Bahri

    Ilustrasi rumput laut. ANTARA/Saiful Bahri

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR, Bagus Adhi Mahendra Putra, menilai, pemerintah masih setengah hati melakukan pemberdayaan dan perlindungan terhadap para petani dan nelayan rumput laut. Sebab, sampai saat ini, belum ada stabilitas harga jual dan kejelasan kesejahteraan para petani.

    "Saya berharap pemerintah bisa memberdayakan dan membudidayakan rumput laut secara serius. Rumput laut ini bisa dikembangkan menjadi berbagai macam olahan, seperti agar-agar dan manisan," ujar Bagus saat kunjungan kerja di Bali dalam siaran pers DPR yang dikutip, Jumat, 5 Februari 2016.

    Menurut politisi Fraksi Golkar, pemberdayaan dan perlindungan ialah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Ia berharap, RUU tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan dan Pembudidaya Ikan segera rampung dan disahkan paripurna sebelum masa sidang berakhir.

    Menurut Dekan  Fakultas Kelautan dan Perikanan I Wayan Arthana, hasil rumput laut Bali saat ini sedang mengalami penurunan kualitas. Hal itu terjadi karena  panen muda. Normalnya 4 bulan panen, tapi dipaksakan hanya 3 bulan karena tuntutan ekonomi mereka. Akibatnya berdampak pula kepada lemahnya daya beli yang menyebabkan kesejahteraan para petani terancam.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!