Airbus A350 XWB SIA Selesaikan Penerbangan Perdana

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Singapore Airlines. e-go.gr

    Singapore Airlines. e-go.gr

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat baru lorong ganda milik Singapore Airlines, Airbus A350 XWB, telah menyelesaikan penerbangan perdananya di langit barat daya Prancis, di mana pesawat terbang itu dirakit, beberapa hari lalu.

    A350 XWB inilah yang akan menjadi tulang punggung dari armada pesawat berbadan lebar ukuran sedang Singapore Airlines pada masa depan. Secara keseluruhan, maskapai tersebut telah memesan 67 unit A350-900 yang akan digunakan untuk melayani penerbangan jarak jauh serta beberapa layanan regional pilihan.

    Keterangan Airbus Industrie sebagaimana diterima di Jakarta, Kamis, 4 Januari 2016, menyatakan, tujuh unit dari 67 unit A350 XWB itu akan dilengkapi dengan kemampuan ultra-long range yang memungkinkan pesawat terbang hingga 19 jam, sehingga maskapai mampu melanjutkan penerbangan non-stop ke Amerika Serikat dari Bandara Internasional Changi, Singapura.

    A350 XWB adalah pesawat penumpang generasi termutakhir di dunia dan merupakan anggota terbaru dalam keluarga produk pesawat berbadan lebar Airbus yang modern, nyaman, dan efisien.

    Pesawat ini memiliki desain aerodinamis terkini, badan dan sayap yang terbuat dari serat karbon, serta mesin baru Rolls-Royce Trent XWB yang hemat bahan bakar.

    Seluruh teknologi terbaru ini memberikan tingkat efisiensi operasional yang tidak tertandingi dengan pengurangan 25 persen konsumsi bahan bakar dan emisi, serta biaya perawatan yang jauh lebih rendah.

    Hingga kini, Airbus telah mencatat 777 pesanan untuk A350 XWB dari 41 pelanggan di seluruh dunia. Hal ini, menurut Airbus Industrie, menjadikan A350 XWB sebagai salah satu pesawat berbadan lebar paling sukses yang pernah ada.

    ANTARA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.