Atasi PHK, Pemerintah Dorong Munculnya Wirausaha Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eddy Putra Irawady. (TEMPO/ Novi Kartika)

    Eddy Putra Irawady. (TEMPO/ Novi Kartika)

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Koordinasi Perniagan dan Industri Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Eddy Putra Irawady mengatakan, pemutusan hubungan kerja yang terjadi adalah dampak perlambatan ekonomi global.

    Ini membuat  permintan ekspor dari Indonesia ke semua negara menurun. “Penurunan permintaan  menimbulkan berbagai risiko,” kata Eddy di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kamis, 4 Februari 2016.

    Menurut Eddy, untuk mengatasai gelombang PHK,  pemerintah mempercepat kegiatan lain untuk menyerap tenaga kerja. “Misalnya wirausaha baru dan usaha kecil menengah per tahun bisa tumbuh di atas satu juta,” kata dia.

    Baca: Panasonic-Toshiba Tutup, BKPM: Tak Pengaruhi Minat Investasi  

    Selain itu, pemerintah juga mendorong daya saing industri yang atraktif. Antara lain,  menciptakan kawasan ekonomi khusus dan pemberian insentif fiskal ke berbagai kegiatan ekonomi.

    Ia mengatakan, peningkatan daya saing industri Indonesia adalah yang tercepat dibandingkan negara di ASEAN. Di bidang investasi, pemerintah membuat berbagai kebijakan antara lain perizinan tiga jam dan pelonggaran daftar negatif investasi yang tengah digodok.

    TRI ARTINING PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.