Tas Kresek Tak Lagi Gratis, Dijual Rp 200 Sebuah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga ikut kampanye #Pay4Plastic atau penerapan plastik berbayar untuk mereduksi penggunaan kantong plastik bersama Gerakan Indonesia Diet Plastik di Bandung, Jawa Barat, 27 Desember 2015. Bandung menjadi kota pertama di Indonesia yang menerapkan Perda pengurangan kantong plastik sekaligus menerapkan sistem plastik berbayar. TEMPO/Prima Mulia

    Sejumlah warga ikut kampanye #Pay4Plastic atau penerapan plastik berbayar untuk mereduksi penggunaan kantong plastik bersama Gerakan Indonesia Diet Plastik di Bandung, Jawa Barat, 27 Desember 2015. Bandung menjadi kota pertama di Indonesia yang menerapkan Perda pengurangan kantong plastik sekaligus menerapkan sistem plastik berbayar. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sepakat melakukan uji coba penjualan kantong plastik per lembar Rp 200 dalam rangka mengurangi sampah plastik, mulai 21 Februari hingga Juni 2016.

    "Seluruh retail modern akan memulai uji coba kebijakan ini per 21 Februari hingga Juni, bertepatan dengan dikeluarkannya SE (surat edaran) oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun lalu tentang pengendalian sampah plastik," kata Ketua Umum Aprindo Roy Mandey dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Kamis, 4 Februari 2016.

    Selain itu, dia berujar, 21 Februari dipilih karena bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional. Saat ini, kata dia, anggota Aprindo telah mengirimkan usulan secara tertulis ke Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

    "Kami ingin kebijakan ini dapat dilakukan di seluruh daerah dengan mekanisme yang sesederhana mungkin agar bisa dijalankan dengan baik dan terkontrol," ucapnya.

    Aprindo meminta pemerintah melakukan sosialisasi dan edukasi sebelum kebijakan tersebut diterapkan.

    Pe-retail juga mengingatkan, mengubah kebiasaan bukanlah suatu hal yang mudah, mengingat selama bertahun-tahun konsumen selalu dimanjakan dengan kantong plastik gratis ketika berbelanja.

    "Kami melihat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga sudah mulai kampanye perihal pembatasan plastik yang menjadi bagian dalam rantai perdagangan ini. Semoga respons masyarakat juga positif," ujarnya.

    Menurut Roy, pe-retail sebenarnya menyadari dampak negatif yang ditimbulkan dari limbah plastik dalam jangka panjang.

    "Sudah sejak lama pe-retail telah menggunakan kantong plastik belanja yang ramah lingkungan agar lebih mudah terurai," tutur Roy.

    Produksi kantong plastik selama ini memakan biaya cukup besar dan hal itu menjadi beban pe-retail.

    "Apabila kebijakan ini berhasil diterapkan, dana hasil penjualan kantong plastik akan dialokasikan untuk kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam bidang pengelolaan sampah," ucapnya.

    Insentif

    Aprindo berharap, jika program ini berjalan, pemerintah dapat memberi insentif kepada perusahaan yang telah menjalankan program plastik berbayar dengan baik dalam bentuk penghapusan PPN penjualan kantong plastik, pengurangan biaya pajak reklame, PBB, dan lainnya.

    Saat ini, Aprindo mencatat 22 kota telah menyatakan komitmennya mendukung penerapan kebijakan kantong plastik berbayar.

    Sejumlah kota itu di antaranya Jakarta, Bandung, Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, Solo, Semarang, Surabaya, Denpasar, Palembang, Medan, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Ambon, Papua, Jayapura, Pekanbaru, Banda Aceh, Kendari, dan Yogyakarta.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.