Australia Open, Hunian Hotel di Melbourne Naik 16,3 persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan ganda wanita Martina Hingis dan Sania Mirza, memengang pialanya setelah mengalahkan pasangan Andrea Hlavackova dan Lucie Hradecka dengan 7-6(1) 6-3 pada pertandingan Final Australia Terbuka di Melbourne, Australia, 29 Januari 2016. AP/Andrew Brownbill

    Pasangan ganda wanita Martina Hingis dan Sania Mirza, memengang pialanya setelah mengalahkan pasangan Andrea Hlavackova dan Lucie Hradecka dengan 7-6(1) 6-3 pada pertandingan Final Australia Terbuka di Melbourne, Australia, 29 Januari 2016. AP/Andrew Brownbill

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan riset data global, STR melansir tingkat keterisian kamar di Melbourne naik 16,3% selama gelaran turnamen tenis dunia, Australia Open 2016.

    STR menyebut, kenaikan tingkat keterisian kamar atau okupansi berlangsung seminggu sebelum turnamen itu dimulai pada 18--31 Januari 2016. Alhasil, tingkat okupansi rata-rata mencapai 90,4% dengan tarif rata-rata harian juga melonjak 36,3% menjadi AUD238,13 atau sekitar RpRp2,38 juta.

    "Australia Open membawa bisnis baru di waktu yang biasanya sepi," ujar Matthew Burke, STR Global's Business Development Managet for Australia dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis.com, Kamis (4 Februari 2016).

    Dia menambahkan, sebagian besar masyarakat Australia berlibur selama Januari dan kembali memulai rutinitas pekerjaan di Februari. Dibandingkan dengan kinerja turnamen Grand Slam tahun lalu, Australia Open memberikan dampak terbesar pada tuan rumah turnamen.

    Matthew menyebut, bagaimanapun juga New York, London and Paris biasanay secara mencetak tingkat okupansi yang lebih tinggi ketimbang Melbourne.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.