Proyek Kereta Cepat: Tinggal Tunggu Izin Menteri Jonan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi meninjau miniatur kereta cepat saat Groundbreaking Proyek Kereta Cepat di Cikalong Wetan, Bandung Barat, 21 Januari 2016. Acara ini dihadiri Gubernur Jawa Barat, Gubernur DKI Jakarta, Menteri BUMN, Menteri PUpera, Menteri LHK, dan pihak-pihak lainnya. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Presiden Jokowi meninjau miniatur kereta cepat saat Groundbreaking Proyek Kereta Cepat di Cikalong Wetan, Bandung Barat, 21 Januari 2016. Acara ini dihadiri Gubernur Jawa Barat, Gubernur DKI Jakarta, Menteri BUMN, Menteri PUpera, Menteri LHK, dan pihak-pihak lainnya. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan mengatakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tetap berjalan. "Kami berkomitmen pada pemberi tugas bahwa harus dijalankan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kami mempersiapkan semuanya berdasarkan peraturan-peraturan itu," katanya dalam jumpa pers di The Sultan Hotel, Jakarta, Kamis, 4 Februari 2016.

    Menurut Hanggoro, proyek ini tinggal menunggu tiga izin dari Kementerian Perhubungan, yakni izin pembangunan, perjanjian konsesi, dan izin usaha. "Setelah diterbitkan, kami segera bisa bangun," ujarnya.

    Dalam membangun proyek ini, KCIC tidak ingin melanggar peraturan. Hanggoro berjanji, proyek ini akan terbuka meski dibangun oleh swasta. "Semua terbuka. Kalau ada yang melanggar, katakan mana yang melanggar."  

    Baca: Panasonic-Toshiba Tutup, BKPM: Belum Ada Laporan Resmi  

    Hanggoro menjelaskan, saat ini KCIC sudah mendapatkan izin penetapan badan usaha dari Menteri Perhubungan, izin trase, dan izin lingkungan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. "Ada beberapa izin yang sedang diproses, yang tiga itu," ucapnya.

    Izin yang belum didapatkan KCIC ialah izin pembangunan 5 kilometer pertama. "Masih proses negosiasi," ujar Hanggoro. Hanggoro mengatakan 5 kilometer pertama dipilih karena saran dari Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. "Mudah-mudahan satu sampai dua hari ini (selesai)."

    Saat ini KCIC tengah melakukan sosialisasi  ke masyarakat. "Di masyarakat fine-fine aja," kata Hanggoro. Terkait dengan masalah kebencanaan, mereka menggandeng ahli-ahli geologi, seperti dari LIPI.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.