BP Bersiap PHK 3.000 Pekerja Bagian Pengolahan & Pemasaran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Migas dan KASBI melakukan aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Indramayu, Jawa Barat, 1 Mei 2015. Mereka menuntut pemerintah mencabut sistem kerja alih daya (out sourcing) dan menetapkan upah minimum sektor migas. ANTARA FOTO

    Sejumlah buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Migas dan KASBI melakukan aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Indramayu, Jawa Barat, 1 Mei 2015. Mereka menuntut pemerintah mencabut sistem kerja alih daya (out sourcing) dan menetapkan upah minimum sektor migas. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Bayang-bayang pemutusan kerja besar-besaran melingkupi dunia kerja sektor minyak dan gas di dunia. BP, perusahaan migas asal Inggris, memangkas lagi bidang kerja berkenaan dengan penghematan perusahaan di tengah merosotnya harga minyak.

    Chief Executive BP Bob Dudley mengatakan pihaknya akan kembali memangkas 3.000 bidang kerja di bagian pengolahan dan pemasaran di akhir 2017. Angka ini merupakan tambahan dari perampingan yang telah dilakukan BP.

    Pada Januari, perusahaan telah mengurangi 4.000 bidang kerja di divisi eksplorasi dan produksi pada tahun ini. Hal ini dilakukan menyusul menurunnya saham BP di pasar modal sebesar 7 persen.

    Langkah ini, menurut dia, sebagai upaya perusahaan agar bisa menyeimbangkan kerja BP. "Kami terus bergerak cepat mengadaptasi dan menyeimbangkan BP di lingkungan yang berubah ini,” ujarnya seperti dikutip dari MarketWatch, Kamis, 4 Februari 2016.

    Adapun, selama 20 bulan ini performa keuangan harus terkoreksi akibat terpuruknya harga minyak. Harga minyak Brent kini telah mengalami penurunan sebesar 40 persen, dengan rata-rata hanya US$ 44 per barel.

    Akibatnya, perusahaan mengurangi biaya sebanyak US$ 3,4 miliar pada 2015 dan ditargetkan akan mengurangi biaya dengan total US$ 7 miliar pada 2017.

    Pihaknya juga menargetkan menahan belanja modal berada di kisaran US$17 hingga US$19 miliar dalam dua tahun ke depan. Komitmen ini dilakukan untuk menjaga dividen dan menjaga kelangsungan usaha dalam jangka panjang.

    BISNIS.COM


  • PHK
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!