Harga Minyak Menguat, IHSG BEI Dibuka Naik 10,93 Poin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi indeks/Bursa saham. REUTERS/Toru Hanai

    Ilustrasi indeks/Bursa saham. REUTERS/Toru Hanai

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (4 Februari 2016) dibuka naik sebesar 10,93 poin seiring dengan harga minyak dunia yang mengalami penguatan.

    IHSG BEI dibuka menguat 10,93 poin atau 0,24 persen menjadi 4.607,04. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 2,69 poin (0,34 persen) menjadi 799,50.

    Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi salah satu penopang bursa saham di dalam negeri.

    "Kenaikan harga minyak mendorongan saham di bursa AS menguat dan berdampak pada laju indeks BEI," katanya.

    Harga minyak mentah jenis WTI Crude pada Kamis (4 Februari 2016) pagi ini, terpantau berada di level 32,62 dolar AS per barel, menguat 1,05 persen. Sementara minyak mentah jenis Brent Crude di posisi 35,41 dolar AS per barel, naik 1,06 persen.

    Kendati demikian, menurut dia, pelaku pasar diharapkan tetap waspada mengingat potensi penurunan harga minyak masih bisa terjadi. Pasalnya, Tiongkok dan Amerika Serikat yang merupakan konsumen minyak terbesar di dunia masih mencatatkan perlambatan manufaktur.

    Sementara itu, analis teknikal Mandiri Sekuritas, Hadiyansyah, mengatakan bahwa kondisi pasar saham di dalam negeri saat ini sedang berada pada fase konsolidasi (sideways), pelaku pasar sebaiknya "wait and see".

    "Transaksi jangka pendek lebik efektif digunakan pada fase konsolidasi seperti ini. Pergerakan IHSG Kamis (4/2) ini akan bervariasi dengan kencederungan menguat. Estimasi pergerakan indeks BEI berada di 4.559-4.625," katanya.

    Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 275,95 poin (1,45 persen) ke level 19.267,54, indeks Nikkei turun 115,88 poin (0,67 persen) ke level 17.075,37, dan Straits Times menguat 17,21 poin (0,68 persen) ke posisi 2.568,06.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.