Harga Minyak Melonjak, Indeks Saham Berpotensi Menguat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bursa saham. REUTERS/Issei Kato

    Ilustrasi bursa saham. REUTERS/Issei Kato

    TEMPO.COJakarta - Analis Ekonomi dari First Asia Capital, David Sutyanto, mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berpeluang melanjutkan penguatan seiring dengan naiknya harga minyak tadi malam. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4.540 hingga 4.620 dengan tren cenderung menguat.

    "Melonjaknya harga minyak mentah tadi malam akan berdampak positif bagi pergerakan harga saham berbasiskan komoditas. IHSG diperkirakan akan berpeluang melanjutkan penguatannya," kata David Sutyanto dalam analisisnya, Kamis, 4 Februari 2016.

    David mengatakan meningkatnya risiko pasar saham global dan kawasan tidak banyak mempengaruhi perdagangan saham, kemarin. Koreksi yang terjadi di sejumlah saham unggulan dimanfaatkan pemodal untuk melakukan pembelian balik. 

    IHSG, setelah koreksi 42 poin di awal perdagangan, akhirnya berhasil tutup di teritori positif, menguat tipis 8,673 poin atau 0,19 persen di 4.596,108. Padahal, di saat yang sama, indeks saham The MSCI Asia Pacific kemarin justru terkoreksi 1,6 persen. 

    Rebound harga minyak mentah di pasar Asia kemarin sore ikut memicu aksi beli balik atas saham sektor energi. Selain saham sektor energi, penguatan IHSG terutama ditopang penguatan saham unggulan di sektor konsumsi, infrastruktur, dan otomotif. 

    Adapun perkembangan pasar global tadi malam bervariasi. Indeks Eurostoxx di kawasan Euro terkoreksi 1,87 persen di 2.836,63. Sedangkan di Wall Street indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 1,13 persen dan 0,50 persen di 16.336,66 dan 1.912,53.

    Kenaikan terutama dipicu harga minyak mentah yang berhasil rebound hingga 9,40 persen ke di US$ 32,69 per barel menyusul anjloknya dolar Amerika hingga 1,7 persen terhadap Euro di US$ 1,1107 dan melemah terhadap Yen Jepang di 117,81 per dolar Amerika. 

    Data ekonomi Amerika yang kurang menggembirakan menjadi pemicu anjloknya dolar Amerika. David berujar data Indeks ISM Non-Manufacturing PMI Januari 2016 turun ke 53,5 di bawah angka bulan sebelumnya 55,3 dan konsensus ekonom sebesar 55,1. Kata David, ini mengindikasikan industri jasa di Amerika melambat.

    DESTRIANITA KUSUMASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!