IHSG Berfluktuasi, Pialang: Investor Sudah Lebih Rasional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Papan indeks saham Mandiri Sekuritas, Jakarta, Kamis (18/3). IHSG ditutup turun 19,020 poin (0,69%) ke level 2.737,242. Indeks LQ 45 juga turun 4,745 poin (0,87%) ke level 534,905. TEMPO/Dinul Mubarok

    Papan indeks saham Mandiri Sekuritas, Jakarta, Kamis (18/3). IHSG ditutup turun 19,020 poin (0,69%) ke level 2.737,242. Indeks LQ 45 juga turun 4,745 poin (0,87%) ke level 534,905. TEMPO/Dinul Mubarok

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Ikatan Pialang Efek Indonesia (IPEI) Boris Sirait menyatakan fluktuasi indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terjadi belakangan ini menandakan pelaku pasar modal makin rasional. “Kalau bicara tren jangka pendek, kita perhatikan minusnya cuma 0,83 persen,” ujarnya di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu, 3 Februari 2016.

    Boris menjelaskan, IHSG kadang bergerak di zona negatif, tapi tak turun lebih dari 2 persen. Hal tersebut menunjukkan mayoritas pelaku pasar sudah lebih rasional dan tak hanya mengikuti sentimen dari luar. “Mereka juga ikut mencermati apa yang terjadi di Indonesia,” tuturnya.

    Menurut Boris, saat ini pelaku pasar sedang optimistis dengan program-program,  terutama infrastruktur. Karena itu, pialang juga harus meningkatkan kapasitas dengan memberikan informasi kepada investor mengenai kegiatan transaksi di pasar modal.

    “Kami juga harus memberikan edukasi kepada investor, bukan hanya memberikan rumor, melainkan harus tahu basisnya apa. Bukan sekadar ikut sentimen," kata Boris.

    Di sisi lain, Boris menyambut baik rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang dalam waktu dekat akan merestui perubahan fraksi harga saham. Karena, bagi pialang, perubahan fraksi saham dapat membantu menunjang melakukan transaksi.

    "Sekarang OJK sudah berencana merestui revisi fraksi saham karena ada kebutuhan,” tuturnya. “Di market kan enggak cuma investor, tapi harus ada spekulan juga karena mereka harus menampung dari sisi transaksi.”



    DESTRIANITA KUSUMASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.