Keuntungan Anjlok, BP Plc Pecat Ribuan Karyawan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Suzanne Plunkett

    REUTERS/Suzanne Plunkett

    TEMPO.COJakarta - Perusahaan minyak dan gas bumi asal Inggris, BP Plc, memberhentikan 3.000 karyawan hingga 2017. Dikutip dari BBC, Rabu, 3 Februari 2016, pemangkasan karyawan dilakukan karena laba perusahaan anjlok 51 persen menjadi US$ 5,9 miliar pada tahun lalu.

    Padahal, pada 2014, BP masih membukukan keuntungan sebesar US$ 12,1 miliar. Laba pada kuartal keempat 2015 BP juga turun ke US$ 196 juta. Padahal, pada periode yang sama, perusahaan sebelumnya membukukan laba sebesar US$ 2,2 miliar.

    Kerugian BP ini yang terbesar selama lebih dari dua dekade. Selasa lalu, harga minyak juga menurun tajam. Minyak mentah Brent turun 5,3 persen menjadi US$ 32,42 per barel.

    Penurunan ini lebih buruk dari perkiraan analis. Chief Executive BP Bob Dudley mengatakan harga minyak terpukul oleh ekonomi global yang melambat, penguatan dolar Amerika, dan kelebihan pasokan.

    Dalam kondisi tersebut, kata dia, BP telah memangkas biaya dan belanja modal. "Kami terus bergerak cepat untuk beradaptasi dan menyeimbangkan BP." 

    Kepala Analis Pasar CMC Markets, Michael Hewson, mengatakan BP menghadapi pilihan sulit. "Yang sekarang perlu dijelaskan adalah berapa lama BP dapat mempertahankan dividen?" Dia juga mempertanyakan jumlah pekerja yang harus dipecat dalam beberapa bulan mendatang. Sejauh ini, BP telah merumahkan 80 ribu pegawai.

    BBC | REZKI ALVIONITASARI


  • PHK
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.