DKI Disebut-sebut Jadi Patokan Penyediaan Pangan Nasional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno saat tiba di Pergudangan Bulog, Sunter, Jakarta Utara, 2 Oktober 2015. Tempo/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno saat tiba di Pergudangan Bulog, Sunter, Jakarta Utara, 2 Oktober 2015. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur PT Bulog, Djarot Kusumayakti mengatakan Provinsi DKI Jakarta menjadi patokan penyediaan bahan pangan nasional.

    Djarot mengatakan bahwa perdagangan komersial akan di backup penuh oleh PT Bulog.

     

    Harapannya dengan menerima pasokan 200.000 ton, DKI dapat mengantisipasi stok pasar.

     

    Pihaknya mengaku bahwa sistem kerjasama dengan BUMD, yakni PT Food Station Tjipinang baru dilakukan untuk pertama kalinya.

     

    Tujuan kerjasama ini menentukan distribusi bahan pokok dengan tepat dan cepat, serta ketersediaan yang cukup untuk menjaga ketersediaan.

     

    "Untuk menjaga ketersedian dan keterjangkauan stabilisasi harga tentu kita butuh bantuan BUMD yang juga menguasai pasar untuk malakukan distribusi percepatan," paparnya.

     

    PT Bulog sendiri hanya berfungsi sebagai penyedia barang, pihak yang digandeng dapat bersinergi untuk membantu pendistribusiannya.

     

    Terkait kerjasama ini, Pemprov DKI sudah mendukung penuh untuk kelanjutannya.

     

    " Dukungan penuh beliau (Gubernur DKI, Basuki T. Purnama) sangat diperlukan untuk stabilisasi harga pangan di DKI," katanya.

     

    Dia meyakini apabila DKI Jakarta stabil maka daerah lain lebih mudah di kendalikan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.