Menteri Amran Desak Percepatan Payung Hukum Ketahanan Pangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bersama Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (Persero) Istochri Utomo (kanan), menjawab pertanyaan awak media seusai melakukan pertemuan tertutup dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, di kantor Wakil Presiden, Jakarta, 2 Desember 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bersama Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (Persero) Istochri Utomo (kanan), menjawab pertanyaan awak media seusai melakukan pertemuan tertutup dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, di kantor Wakil Presiden, Jakarta, 2 Desember 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertanian mengusulkan segera dibuat payung kerja sama di bidang pertanian antara Indonesia dan Hongaria terutama untuk peningkatan ketahanan pangan.

    Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pihaknya mengundang Hongaria untuk berinvestasi di sektor strategis, khususnya jagung dan gula serta peternakan sapi. Kementerian itu juga menawarkan investasi di sektor pengembangan gandum di Indonesia.

    "Melihat potensi produksi dan produktivitas gandum Hongaria yang sangat besar serta keahlian yang dimiliki oleh Hongaria," demikian keterangan Amran yang dikutip Bisnis.com, Selasa (2 Februari 2016).

    Terkait dengan perdagangan produk pertanian, Menteri Pertanian tersebut juga  menawarkan kepada Hongaria untuk memasok gandum ke Indonesia sepanjang harganya kompetitif dibandingkan dengan pemasok yang sudah ada saat ini.

    Oleh karena itu, Amran mengusulkan agar dirancang payung kerja sama di bidang pertanian serta menugaskan Tim Kementerian Pertanian melakukan koordinasi dengan instansi terkait di Hongaria.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.