Sidak: Puluhan Daging Busuk Ditemukan di Supermarket

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemotongan Sapi Kena Pajak, Pedagang Daging Libur Berjualan.

    Pemotongan Sapi Kena Pajak, Pedagang Daging Libur Berjualan.

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua supermarket di Jakarta Pusat, Senin (1 Februari 2016). Hasilnya puluhan kilogram daging sapi, ayam, jeroan dan telor busuk ditemukan petugas.

    Sidak yang digelar didua supermarket di kawasan Sawah Besar dan Kemayoran tersebut menemukan puluhan daging busuk. Di lokasi pertama di Sawah Besar petugas temukan 35 kilogram (kg) daging ayam, 15 kg daging sapi, 1 kg paru sapi, 2 kg hati sapi, 3 kg bakso ikan, 1 kg dendeng ayam dan 5 kg telur.

    Sedangkan supermarket di daerah Kemayoran petugas menemukan sayuran dan buah-buahan tidak layak konsumsi dengan rincian cabe rawit merah sebanyak 4 kg, wortel 4 kg, salak 2 kg, jeruk 3 kg, cabe hijau 1 kg, melon 3 kg, singkong dan ubi 2 kg, alpukat 1,5 kg, 3 ikat bayam dan tiga pack sayur kemasan.

    Puluhan kilogram daging sapi, ayam, empal dan telor busuk ditemukan petugas Sudin Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP), di dua supermarket ternama di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1 Februari 2016).

    Wali Kota Jakarta, Pusat Mangara Pardede mengatakan razia yang digelar ini dalam rangka menyambut Imlek. Sebab, biasanya kebutuhan masyarakat akan ikan dan daging meningkat.

    "Temuan ini kami dapati setelah melakukan sidak dengan memeriksa satu persatu berbagai pangan yang dijual di dalamnya dan razia ini untuk melindungi masyarakat," ujar Mangara usai melakukan sidak, Senin (1 Februari 2016).

    Selanjutnya, dikatakan Mangara, sejumlah daging dan sayuran busuk tersebut disimpan didalam freezer atau tempat pendinginan, sehingga sebagian sudah terjual.

    "Sedangkan untuk menindaklanjuti temuan daging dan busuk tersebut, langsung dimusnahkan di lokasi dan melakukan teguran baik lisan dan tulisan kepada pengelola dan ke depan kami akan kembali melakukan sidak," tandasnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.