Hitungan Jonan kalau Penerbangan ke Bawean Jadi Komersial

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan indah pantai Pulau Bawean, di Gresik, Jawa Timur, 23 September 2015. Pulau Bawean berjarak sekitar 128 kilometer dari Pelabuhan Gresik. ANTARA/Zabur Karuru

    Pemandangan indah pantai Pulau Bawean, di Gresik, Jawa Timur, 23 September 2015. Pulau Bawean berjarak sekitar 128 kilometer dari Pelabuhan Gresik. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Gresik – Penerbangan perintis ke Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, diprediksi memiliki peluang yang cerah. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menargetkan Bandara Harun Thohir, Bawean, menjadi bandara komersial. Syaratnya, landasan pacu (runway) yang kini hanya sepanjang 930 meter dan lebar 23 meter diperpanjang menjadi 1.400 meter dan lebar 30 meter.

    "Kalau tanahnya disediakan, saya usahakan langsung diperpanjang. Kalau tanah siap, saya pasti siap," ucap Jonan seusai acara peresmian Bandara Harun Thohir di Bawean, Sabtu, 30 Januari 2016.

    Dengan landasan pacu sepanjang 1.400 meter, bandara dapat diterbangi pesawat yang lebih besar, seperti ATR 42 yang mampu mengangkut sekitar 50 orang. "Kalau diperpanjang menjadi 1.400 meter, saya pikir tidak perlu disubsidi lagi, karena pesawatnya sudah komersial,” kata Jonan. Dengan jumlah penumpang yang lebih banyak, ia optimistis harga tiket justru lebih terjangkau meski tak mendapat subsidi. "Saya yakin tiketnya akan lebih murah walau tanpa subsidi. Kan, pilotnya bayarnya sama, meski penumpangnya 15 atau 50.” (Baca juga:  Soekarwo: Penerbangan ke Bawean Naikkan Pendapatan Daerah)

    Sambil menunggu perpanjangan landasan pacu, Jonan berjanji akan menyediakan alokasi anggaran agar penerbangan perintis ke Bawean menjadi tiga kali dalam sepekan. Jonan menolak perpanjangan landas pacu dengan cara reklamasi. "Meminjam istilah Gubernur Jawa Timur, walaupun reklamasi itu berhantamnya hanya sama ikan, berat sekali biayanya.”

    Jonan meminta warga Bawean memanfaatkan keberadaan Bandara Harun Thohir untuk memacu perekonomian daerah. Salah satunya melalui sektor pariwisata. Kementerian Perhubungan berjanji akan segera mendaftarkan nomor penerbangan Bawean itu ke IATA. “Supaya bisa menggalakkan pariwisata, tentunya dengan seizin para kiai dan ulama,” tuturnya. (Baca juga: Soekarwo: Penerbangan ke Bawean Naikkan Pendapatan Daerah)

    Selain itu, mantan Direktur Utama PT KAI tersebut meminta warga Bawean tertib selama menikmati fasilitas bandara. Di antaranya dengan tertib dan menjaga sisi airside steril, agar operasional penerbangan aman. Airside bandara adalah bagian dari bandara yang merupakan tempat mengoperasikan pesawat, seperti apron dan landasan. “Karena membahayakan penerbangan. Nanti masyarakat internasional melihat kita tidak profesional,” kata Jonan.

    Pulau Bawean terletak 120 kilometer di sebelah utara Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Pembangunan Bandara Harun Thohir menelan total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebanyak Rp 121,65 miliar sejak 2006. Maskapai PT Airfast Indonesia menjadi operator penerbangan perintis rute Surabaya-Bawean dan Bawean-Surabaya dua kali dalam sepekan, yakni Selasa dan Kamis.

    Sementara itu, Kepala Otoritas Bandara Wilayah III Juanda Dadun Kohar mengatakan kondisi aspal tak berpengaruh pada operasional penerbangan pesawat. Pendaratan dapat dilakukan dengan mulus. “Bagus, enggak ada masalah. Untuk runway nanti ada program perbaikan,” ujarnya.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.