Kembangkan Borobudur, Pemerintah Siapkan Rp 10 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu cagar alam yang masuk dalam 7 keajaiban dunia pada abad ke-9, Candi Borobudur terlihat berkilau dengan sorotan sinar lampu biru dalam perayaan ulang tahun PBB ke-70 di Magelang, Jawa Tengah, 24 Oktober 2015. AP Photo

    Salah satu cagar alam yang masuk dalam 7 keajaiban dunia pada abad ke-9, Candi Borobudur terlihat berkilau dengan sorotan sinar lampu biru dalam perayaan ulang tahun PBB ke-70 di Magelang, Jawa Tengah, 24 Oktober 2015. AP Photo

    TEMPO.CO, Magelang - Menteri Pariwisata Arif Yahya mengatakan pemerintah sangat serius untuk mengembangkan objek wisata Candi Borobudur. Menurut dia, diperlukan investasi sebesar Rp 20 triliun untuk bisa mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik.

    "Borobudur nantinya jadi destinasi utama berstandar internasional," kata Arif setelah rapat terbatas di Hotel Manohara, Magelang, Jumat, 29 Januari 2016. Dengan status tersebut, Arif mengatakan dibutuhkan pembangunan bandara bertaraf internasional dan hotel-hotel berkelas.

    Menurut Arif, berdasarkan hitung-hitungan jumlah kebutuhan investasi tersebut akan dibagi menjadi dua bagian. Pertama, pemerintah akan menyiapkan Rp 10 triliun untuk membangun infrastruktur utama seperti jalan, listrik, dan air. Sedangkan sisanya, akan disumbang oleh investor asing maupun lokal untuk membangun fasilitas penunjang seperti hotel.

    Arief mengatakan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Candi Borobudur akan meningkat seiring rencana pengembangan. Dia menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara bisa meningkat menjadi 2 juta pengunjung dari rata-rata saat ini hanya 250-300 ribu orang.

    "Dua juta Wisman itu bisa mendatangkan devisa sekitar US$ 2 miliar. Uang yang beredar sekitar Rp 100 triliun," kata Arief. Sementara untuk kunjungan wisatawan lokal, Arif menargetkan bisa mencapai 5 juta orang.

    Untuk mencapai target itu, pemerintah akan membentuk satu manajemen atau pengelolaan khusus Candi Borobudur. Arief mengatakan lembaga itu berupa Badan Otorita Borobudur. Pengelolaannya, lanjut Arief, akan dilakukan secara terintegrasi. Skema ini tidak berbeda seperti pengelolaan wisata di kota Madrid, Spanyol yang diambil alih oleh negara.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginginkan pengembangan Candi Borobudur. Pasalnya, objek wisata Borobudur banyak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Oleh sebab itu keberadaannya mesti terus dilestarikan. "Pengembangan ini mesti disiapkan dengan baik," ucap Presiden Jokowi.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.