Stok Seret, IPB: Wajar Jika Bulog Impor Jagung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ladang jagung miliki petani transmigran di Desa Kempo, Nusa Tenggara Barat. Hingga akhir tahun 2013 terdapat sekitar 25 ribu hektare lahan jagung, dan diperkirakan produksinya dapat melebihi 100 ribu ton. Tempo/Jati Mahatmaji

    Ladang jagung miliki petani transmigran di Desa Kempo, Nusa Tenggara Barat. Hingga akhir tahun 2013 terdapat sekitar 25 ribu hektare lahan jagung, dan diperkirakan produksinya dapat melebihi 100 ribu ton. Tempo/Jati Mahatmaji

    TEMPO.CO, Jakarta - Institut Pertanian Bogor menilai rencana kebijakan impor jagung oleh Bulog sekitar 600.000 ton hingga Maret nanti adalah hal wajar menyusul stok komoditas tersebut yang seret.

    Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB) Muhammad Firdaus mengatakan adanya rencanan impor jagung lantaran melihat realita ketersediaan jagung yang ada.

    "Bagi saya sendiri melihat kondisi seperti ini impor jagung memang diperlukan. Kalau tidak dikhawatiran nanti dampaknya akan berat. Harga ayam dan telur semakin naik," ujarnya pada Bisnis, Jumat (29 Januari 2016).

    Dia mengatakan sebagian besar impor jagung diperlukan oleh kalangan pengusaha ayam untuk dijadikan pakan ternak. Apabila stok jagung untuk pakan seret, otomatis dampaknya pada harga ayam.

    Firdaus menuturkan saat ini importasi jagung dinilai masih diperlukan, sebab swasembada sendiri yang ditargetkan oleh pemerintah adalah pada 2017.

    Selain itu, pihaknya menyoroti bahwa adanya impor jagung tersebut disebabkan oleh kesalahpahaman data antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan pemerintah. Dengan demikian, ketika BPS menyatakan jagung surplus, tetapi kenyataan di lapangan justru defisit dan membutuhkan pasokan berlebih dari impor.

    "Maka saya mengingatkan agar tidak terjadi masalah seperti ini, harusnya perbaiki dulu soal pendataan dari BPS. Jangan samapi beda antara data BPS dan pemerintah," ujarnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.