Data Ekonomi Suram Picu Dolar AS Melemah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang dolar Amerika. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi mata uang dolar Amerika. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama di New York pada Kamis (Jumat pagi WIB, 29 Januari 2016), karena data ekonomi untuk pesanan barang tahan lama negara itu keluar lebih buruk dari yang diperkirakan.

    Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Kamis bahwa pesanan baru untuk barang tahan lama manufaktur pada Desember mengalami penurunan 12,0 miliar dolar AS atau 5,1 persen menjadi 225,4 miliar dolar AS, jauh di bawah konsensus pasar, lapor Xinhua.

    Para analis mengatakan angka lemah di pesanan barang tahan lama itu meningkatkan kekhawatiran atas pelambatan ekonomi AS karena melemahnya permintaan global.

    Para investor sedang menunggu laporan produk domestik bruto AS yang dipantau cermat AS, yang dijadwalkan akan dirilis pada Jumat, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang situasi ekonomi negara itu.

    Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,42 persen menjadi 98,490 pada akhir perdagangan.

    Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,0958 dolar dari 1,0900 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,4370 dolar dari 1,4255 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik tipis menjadi 0,7077 dolar dari 0,7035 dolar.

    Dolar dibeli 118,78 yen Jepang, lebih tinggi dari 118,70 yen pada sesi sebelumnya. Dolar turun menjadi 1,0133 franc Swiss dari 1,0141 franc Swiss, dan menurun menjadi 1,4061 dolar Kanada dari 1,4119 dolar Kanada.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.