Pemerintah Bangun Rumah Subsidi Untuk 488 Korpri Sumbar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perumahan. TEMPO/Fahmi Ali

    Ilustrasi perumahan. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah mencanangkan pembangunan 488 rumah bersubsidi bagi Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Cempaka Mas di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatra Barat.

    Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maurin Sitorus mengatakan, pembangunan tersebut merupakan kerjasama pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dan pengembang.

    “Ini bagian dari program sejuta rumah,” katanya melalui siaran pers, Jumat (29 Januari 2016).

    Peluncuran program sejuta rumah ini dilakukan di Kabupaten Pasaman Barat pada Kamis (28 Januari 2016) kemarin.

    Ia menyebutkan, peran Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan adalah memberikan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

    Selain itu, ada juga Bantuan Uang Muka (BUM) dan Bantuan Tunai Perumahan (BTP) dari Bapertarum - PNS yang dapat dinikmati oleh Pegawai Negeri Sipil dengan jumlah mulai dari Rp5,2 juta sampai Rp5,8 juta sesuai dengan golongannya.

    Perumahan KORPRI Cempaka Mas yang dibangun sejak Mei 2015 ini merupakan perumahan untuk PNS yang dibangun melalui kerja sama antara KORPRI dan pengembang yakni PT Multi Star Kreasindo.

    "Peran pemerintah daerah dalam program ini adalah memberikan kemudahan perizinan,”  katanya.

    Perumahan KORPRI Cempaka Mas dibangun di atas lahan milik pengembang seluas delapan hektare.

    Dari 448 unit, sebanyak 112 unit rumah sudah terbangun dan tiga unit rumah sudah dihuni, 50 unit sudah akad kredit (sudah terbit Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit - SP3K) dengan harga jual Rp105 juta.

    Sementara untuk harga jual per unit nantinya (yang belum diterbitkan SP3K) adalah sebesar Rp116,5 juta sesuai Peraturan Menteri Keuangan tentang harga rumah tapak bersubsidi tahun 2016.

    Sementara itu, informasi dari Bank BTN Padang menyebutkan, sampai saat ini 50 peminat yang sudah menandatangani akad KPR FLPP.

    "Dari 50 peminat itu, 23 orang PNS menggunakan BUM dan BTP dari Bapertarum - PNS dan hingga saat ini sudah diterbitkan 40 SP3K yang akan akad KPR jika rumah sudah terbangun 100 persen. Targetnya 40 orang yang bisa akad KPR sebelum akhir Januari," kata Doedit, Deputi Branch Manager Bank BTN Padang.

    Perumahan KORPRI Cempaka Mas berdinding batu bata berplester luar dalam, lantai dasar menggunakan keramik ukuran 30 x 30 cm, rangka atap menggunakan baja ringan dan direncanakan akan dibangun 40 unit ruko di bagian muka kompleks perumahan.

    Maurin Sitourus menambahkan selain di Pasaman Barat, Kota Payakumbuh juga berpotensi untuk dibangun rumah bersubsidi. Hal ini dikarenakan Walikota Payakumbuh memiliki program 1000 rumah untuk PNS dalam rangka mendukung Program Sejuta Rumah yang telah dicanangkan oleh Presiden Jokowi beberapa waktu yang lalu.

    Dengan adanya peluncuran ini diharapkan pemerintah daerah lainnya di seluruh Wilayah Indonesia dapat termotivasi untuk mengikutnya, guna membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) termasuk PNS  diwilayahnya untuk segera memiliki rumah.

    Sementara itu, Kepala DPD KORPRI Cabang Pasaman Barat Yasri Urip mengakui, ada 4 alasan kenapa pihaknya membuka perumahan di Pasaman Barat.

    Alasannya antara lain karena semata niat baik dari Pemkab yang ingin seluruh PNS di wilayahnya memiliki rumah sendiri yang cukup representatif, tetapi dengan harga terjangkau.

    Alasan lainnya karena Kabupaten Pasaman Barat merupakan kabupaten pemekaran dimana banyak anggota Korpri yang pindah. Hal ini terbukti adanya permintaan dari mereka sebanyak 130 unit saat dilakukan pendaftaran. 

    Menurutnya, hal ini menjadi terobosan Kementerian PUPR yang luar biasa dapat mendukung terwujudnya perumahan baru di Pasaman Barat, sebab hingga kini masih banyak PNS yang belum memikiki rumah. Di sisi lain harga sewa rumah di wilayah ini cukup mahal.

    Selaku Pengembang, Hidayat Ansari melihat prospek yang bagus dari sisi bisnis, misalnya dukungan dari Pemda setempat dan letak Pasaman Barat yang merupakan ujung perbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara dan potensi alamnya sebagai penghasil kelapa sawit.

    Dirinya berjanji akan pembangunan rumah tersebut pada Desember tahun ini akan rampung seluruhnya, yakni sekitar 488 unit yang dikerjakan dalam 2 tahap.

    Kawasan peumahan ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas umum seperti masjid, ruang terbuka hijau untuk bermain, PAUD dan 40 unit ruko untuk menghidupkan perekonomian sekitar komplek. "Saya merasa semua fasilitas dari pemerintah ada di kompleks ini,” ujarnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.