Bengkulu Segera Bangun Tempat Rehabilitasi Harimau

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Harimau Bengala (Panthera Tigris Tigris) yang bernama Kartini membawa anaknya yang masih berusia 10 hari di Bali Zoo, Gianyar, 12 Agustus 2015. Anak harimau langka tersebut merupakan dua dari 13 ekor yang telah berhasil dikembangbiakkan di lembaga konservasi Bali Zoo sejak 2005. ANTARA/Nyoman Budhiana

    Harimau Bengala (Panthera Tigris Tigris) yang bernama Kartini membawa anaknya yang masih berusia 10 hari di Bali Zoo, Gianyar, 12 Agustus 2015. Anak harimau langka tersebut merupakan dua dari 13 ekor yang telah berhasil dikembangbiakkan di lembaga konservasi Bali Zoo sejak 2005. ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Bengkulu - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu berencana membuat tempat pelatihan untuk merehabilitasi harimau.

    Kepala BKSDA Provinsi Bengkulu, Anggoro Dwi Sujiarto, di Bengkulu, Jumat (29 Januari 2016), mengatakan tempat pelatihan tersebut akan dibangun di Taman Wisata Alam (TWA) Sebelat, Kabupaten Bengkulu Utara. "TWA termasuk dalam kawasan hutan konservasi dengan luas 7.737 hektare, kita punya lahan yang luas di sana," kata dia.

    Jika harimau sumatera yang dikarantina BKSDA Bengkulu langsung dilepaskan ke alam, kata Anggoro dicemaskan tidak mampu beradaptasi dengan baik. "Seperti Giring (harimau jantan yang masih dikarantina BKSDA Bengkulu) kalau langsung dilepas nanti dia tidak bisa beradaptasi dan meninggal atau kembali ke perkampungan warga," katanya.

    Di TWA Sebelat, saat ini sudah ada satu kadang harimau berukuran 25 meter persegi. Dan akan dibangun satu lagi dengan ukuran yang sama. "Jadi di depan pintu kandang akan kita pagari lahan seluas dua hektare, jadi setiap hari harimau bisa kita lepas keluar kandang," ucapnya.

    Setelah harimau terbiasa dengan alam atau tidak ketergantungan dengan kebiasaan hidup dan diberi makan dalam kandang. Maka proses rehabilitasi selesai, harimau bisa dilepas kembali.

    Di TWA Sebelat saat ini sudah ada pusat pelatihan gajah (PLG). Pada 2016 ini diharapkan pusat pelatihan rehabilitasi harimau sudah direalisasikan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.