Gandeng KPK, Ini Harapan Bea-Cukai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengumpulkan rokok dan produk garmen sebelum dibakar di Kantor Bea Cukai Jawa Tengah dan Yogyakarta di Semarang, Jawa Tengah, 17 November 2015. TEMPO/Budi Purwanto

    Petugas mengumpulkan rokok dan produk garmen sebelum dibakar di Kantor Bea Cukai Jawa Tengah dan Yogyakarta di Semarang, Jawa Tengah, 17 November 2015. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.COJakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan ‎menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi‎ ‎untuk meningkatkan ‎penerimaan dari pos tersebut. Setidaknya ada dua hal yang akan dilakukan dua institusi itu.

    Direktur Jenderal Bea-Cukai Heru Pambudi mengatakan hal pertama yang akan dilakukan adalah meminta asistensi dari KPK dalam masalah penegakan hukum. "Di Indonesia, penyelundupan pangan rawan karena distribusi yang kurang baik," katanya di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 29 Januari 2016. KPK, menurut dia, perlu dilibatkan dalam hal penindakan karena pemberantasan penyelundupan kerap mendapat perlawanan.

    Baca: Peruri Ingin Tambah Kepemilikan Saham di Securink

    Menurut Heru, target penerimaan Bea-Cukai tahun lalu mencapai sekitar Rp 180 triliun atau sekitar 92,44 persen. Tahun ini, Direktorat menargetkan penerimaan sebesar Rp 186,52 triliun. ‎‎Adanya dukungan dari KPK diharapkan bisa mengurangi penyelundupan sehingga industri dalam negeri bisa bergeliat dan meningkatkan penerimaan negara. 

    Hal kedua yang akan dilakukan adalah perbaikan kebijakan. Bea-Cukai, kata dia, akan menerapkan kebijakan yang sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo, terutama dalam hal distribusi bahan kebutuhan pokok dan tekstil. "Kami sudah bisa menahan penyelundupan tekstil dari luar. Ini juga sudah diakui industri dalam negeri. Mereka mengakui sudah ada kenaikan omzet."

    FAIZ NASHRILLAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.