PT KAI Bangun Pusat Niaga di Samping Stasiun Jatinegara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrian di depan Vending Machine tiket Kereta Commuter Line di Stasiun Sudirman, Minggu, 3, Januari 2015. TEMPO/Arief Hidayat

    Antrian di depan Vending Machine tiket Kereta Commuter Line di Stasiun Sudirman, Minggu, 3, Januari 2015. TEMPO/Arief Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Properti Manajemen (KAPM), anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), akan mengoperasikan pusat niaga bernama Kereta Api Trade Center (KATC) di samping Stasiun Jatinegara, Jakarta, Mei mendatang.

    Riesta Junianti, dari Humas KAPM, mengatakan pusat niaga itu mulai dibangun pada 16 Januari 2015, sampai hari ini KATC sudah dalam tahap pengerjaan pemasangan dinding bangunan, pemasangan listrik PLN, pemasangan PAM, pengecatan pipa untuk pemadaman kebakaran, pemasangan ducting untuk saluran AC, dan finishing plafon ekspos.

    "Proyek KAPM yang dibangun melalui joint operation ini telah sampai 50 persen hingga saat ini. Target penyelesaiannya selesai akhir Mei 2016," kata dia dalam keterangan persnya, Jumat, 29 Januari 2016.

    Dia menjelaskan pembangunan Kereta Api Trade Center ini lebih tepatnya berada di lahan tidur milik KAI di samping Stasiun Jatinegara, di seberang gedung pusat batu akik, Jakarta Gems Center (JGC), tepatnya berdiri pada sebuah areal seluas 566 meter persegi.

    "Apa yang dilakukan KAPM ini merupakan bentuk memaksimalkan aset yang dimiliki oleh KAI, mengingat sebelumnya wilayah tersebut ditempati bangunan-bangunan liar warga sekitar," katanya.

    Riesta menambahkan, tujuan lain pembangunan KATC adalah menghubungkan Stasiun Jatinegara dan Pasar Rawa Bening JGC dengan jembatan multifungsi di gedung KATC.

    "Hal ini diharapkan dapat meminimalkan orang menyeberang sembarangan di Jalan Raya Jatinegara, sehingga mengurangi kecelakaan," terang Riesta.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?