Harga Sapi Masih Tinggi, Polri Usut Dugaan Penyimpangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemotongan Sapi Kena Pajak, Pedagang Daging Libur Berjualan.

    Pemotongan Sapi Kena Pajak, Pedagang Daging Libur Berjualan.

    TEMPO.COJakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti mengatakan polisi sedang menyelidiki dugaan penyimpangan yang menyebabkan harga daging sapi naik. Tindakan hukum akan diambil jika terbukti ada penyimpangan.

    "Kami menyelidiki ini ada kemungkinan penyimpangan atau tidak. Kalau ada, kami harus melakukan penindakan," ujarnya di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Jumat, 29 Januari 2016. 

    Menurut Badrodin, ada dua kemungkinan lain penyebab mahalnya harga sapi. Pertama, barang terlambat dikirim. Badrodin mengatakan gangguan transportasi bisa menjadi penyebabnya. 

    Kemungkinan lain adalah stok daging sapi memang sudah habis, sehingga barang menjadi langka dan harganya melambung.

    Harga daging sapi melambung sejak Lebaran 2015. Kenaikan harganya membuat para pedagang melakukan aksi mogok berjualan. Bukan hanya daging sapi, harga beberapa bahan kebutuhan pokok lain pun turut naik.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.