Dana Mentok, Sentul Batal Jadi Tuan Rumah MotoGP 2017-2019

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pembalap melaju saat perlombaan kelas 250 cc Yamaha Sunday Race di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, 15 November 2015. Renca digelarnya ajang MotoGP 2017 di Sentul disambut gembira oleh manajemen Sentul yang akan bergerak cepat untuk merenovasi sirkut Sentul dengan standar Internasional. ANTARA FOTO

    Sejumlah pembalap melaju saat perlombaan kelas 250 cc Yamaha Sunday Race di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, 15 November 2015. Renca digelarnya ajang MotoGP 2017 di Sentul disambut gembira oleh manajemen Sentul yang akan bergerak cepat untuk merenovasi sirkut Sentul dengan standar Internasional. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan sekaligus Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot Broto, mengatakan, Sirkuit Sentul, Jawa Barat, batal menjadi tuan rumah MotoGP 2017-2019.

    "Kami selama ini berharap banyak dengan Sentul, karena yang berkomunikasi dengan pihak Dorna (pemegang hak komersial MotoGP) itu pihak manajemen Sentul, tapi setelah disimulasi kami masih mentok soal anggarannya," ujarnya di Jakarta, Kamis (28 Januari 2016).

    Ia menjelaskan anggaran renovasi yang mahal dan kepemilikan swasta atas sirkuit internasional itu, menjadi alasan Presiden Joko Widodo meminta rencana penggunaan perlintasan balapan tersebut dikaji ulang, pada rapat terbatas, Senin (11 Januari 2016).

    Kabar mengenai pembatalan itu, lanjutnya, saat ini sudah diketahui Direktur Sirkuit Internasional Sentul, Tinton Soeprapto.

    Lalu informasi mengenai pembatalan rencana ini juga telah diketahui Dorna Sport SL, sehingga kemudian akan ditindaklanjuti dengan perpanjangan kontrak antara pemerintah dengan promotor MotoGP itu.

    "Setelah ini mungkin Dorna akan memperpanjang kontrak, karena tenggat waktu penandatanganan Keppres yang dijadwalkan pada 30 Januari 2016 tidak bisa dipenuhi," kata Broto.

    Walaupun MotoGP tidak akan dilaksanakan di Sirkuit Sentul, namun dia memastikan ajang balapan motor bergengsi itu akan tetap digelar di Indonesia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.