Provinsi Sulsel Dikunjungi 7 Juta Wisatawan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang pengunjung berbicang saat istirahat di salah satu cafe kawasan Gunung Nona di Kecamatan Anggeraja, Enrekang, Sulawesi Selatan, Minggu 3 Januari 2016. Karena letaknya yang berada di poros trans Sulawesi antara Makassar - Toraja, kawasan ini menjadi tempat yang cocok untuk rehat dikelilingi panorama yang indah. TEMPO/Iqbal lubis

    Dua orang pengunjung berbicang saat istirahat di salah satu cafe kawasan Gunung Nona di Kecamatan Anggeraja, Enrekang, Sulawesi Selatan, Minggu 3 Januari 2016. Karena letaknya yang berada di poros trans Sulawesi antara Makassar - Toraja, kawasan ini menjadi tempat yang cocok untuk rehat dikelilingi panorama yang indah. TEMPO/Iqbal lubis

    TEMPO.CO, Makassar - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan mencatat tingkat kunjungan wisatawan nusantara di Sulsel tahun 2015 mencapai angka 7 juta wisatawan. Ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari target 5,5 juta wisatawan.

    "Dengan target ini maka untuk tahun ini kunjungan wisnu (wisatawan nusantara) menjadi naik, yaitu 7,5 juta kunjungan, " kata Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Devy Khaddafi saat ditemui di kantornya, Kamis 28 Januari 2016.

    Dengan hasil ini, menurut Devy, Sulsel berada di peringkat tujuh secara nasional, dari 10 destinasi wisata di seluruh provinsi Indonesia.

    Selain mengalami peningkatan di kunjungan wisatawan lokal, Devy juga menyebutka terjadi peningkatan kunjungan di wisatawan mancanegara, yang mencapai 190 ribu wisatawan sedangkan target 175 ribu wisatawan. "Untuk 2016 ini ditarget 225 ribu wisatawan," katanya.

    Mengenai negara mana saja yang menjadi penyumbang wisatawan dan juga target Dinas Perhubungan, Devy menyebutkan Asean seperti Singapura dan Malaysia kemudian ada Eropa, namun tahun ini pihaknya menyasar Cina

    "Potensi pasar Cina cukup besar apalagi pertimbangan tingkat pendapatan yang tinggi, di Sulsel Cina belum banyak, makanya kami coba sasar ini makanya tahun ini akan mengikuti dua event wisata di Bali, travel fair Bali Beyond untuk bisa menangkap peluang ini," paparnya,

    Dengan banyaknya kunjungan wisatawan, menurut dia, uang yang berputar di sektor pariwisata juga cukup besar yaitu Rp 26 triliun dan ini dari sektor belanja wisman dan wisnu. "Dengan uang yang berputar ini berdampak juga pada perekonomian juga, " ujarnya.

    Untuk mencapa target ini, Devy telah merancang sejumlah agenda termasuk promosi event lain Lovely Toraja dan Festival Takabonerate dan Internasional Barista Competition

    "Kami akan segera merapatkan semua dengan Kabupaten/kota sehingga mereka bisa mulai menggarap potensi wisata yang mereka miliki agar lebih banyak di kunjungi wisatawan," paparnya

    IIN NURFAHRAENI DEWI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.