Yogyakarta Mulai Salurkan Rastra untuk 235 Rumah Tangga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kota Yogyakarta mulai mendistribusikan beras bersubsidi penyaluran pertama 2016 yang dilakukan di Kelurahan Patehan Kecamatan Kraton Yogyakarta kepada 235 rumah tangga sasaran penerima manfaat.

    "Penyaluran perdana beras untuk masyarakat miskin (raskin) atau kini disebut beras menuju sejahtera (rastra) dimulai di Patehan karena kelurahan ini dinilai tertib dalam penyaluran dan pembayarannya," kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Hadi Muchtar di Yogyakarta, Kamis (28 Januari 2016).

    Pada penyaluran perdana ini, pemerintah juga sekaligus memberikan kartu untuk penerima rastra sebagai bukti pengambilan beras setiap bulannya. Di dalam kartu tersebut sudah tercetak nama dan alamat penerima.

    "Jadi, yang nantinya berhak mengambil raskin adalah orang yang namanya tertera di dalam kartu atau jika terpaksa diwakilkan hanya dari anggota keluarganya," katanya.

    Pemberian kartu untuk penerima beras ditujukan agar distribusi tepat sasaran. "Sebaiknya beras yang diterima digunakan untuk konsumsi rumah tangga dan bukan kemudian dijualbelikan," lanjutnya.

    Total penerima beras bersubsidi di Kota Yogyakarta pada tahun ini tetap sama seperti tahun sebelumnya yaitu 16.031 rumah tangga sasaran penerima manfaat. Setiap penerima memperoleh beras 15 kilogram setiap bulan dengan membayar Rp1.600 per kilogram.

    Sementara itu, Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Yogyakarta Sugit Tedjo Mulyono mengatakan beras yang didistribusikan untuk rastra sangat layak dikonsumsi meskipun terlihat lebih kusam dibanding beras yang beredar di pasaran.

    "Kondisi beras yang dikelola Bulog adalah beras kualitas medium, yaitu 78 persen bulir beras utuh, 22 persen patah dan dua persen menir. Masyarakat perlu mengetahuinya," katanya.

    Meskipun kondisi beras terlihat lebih kusam, namun Sugit menegaskan bahwa beras tersebut justru mengandung gizi yang lebih banyak dibanding beras yang biasa dijual di pasar.

    "Beras yang didistribusikan pun adalah beras yang disimpan paling lama empat bulan," katanya.

    Sementara itu, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan Kota Yogyakarta Achmad Fadli mengatakan, masyarakat bisa langsung melaporkan ke Bulog jika beras yang diterimanya berkualitas buruk.

    "Kualitas raskin yang didistribusikan adalah beras yang baik. Jika ditemukan ada beras yang kurang baik, bisa lapor ke Bulog agar secepatnya diganti," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?