IHSG BEI Dibuka Menguat 3,74 Poin ke Posisi 4.587,62

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Rosa Panggabean

    ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis dibuka naik sebesar 3,74 poin atau 0,08 persen menjadi 4.587,62.

    Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 0,32 poin (0,04 persen) menjadi 793,65.

    Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa indeks bursa saham di kawasan Asia, termasuk indeks BEI pada pagi hari ini bergerak mendatar dengan kecenderungan menguat merespon harga minyak tadi malam yang bergerak menguat.

    "Meski Indeks Dow Jones Industrial (DJI) bergerak melemah akibat tidak adanya sinyal penundaan suku bunga oleh bank sentral AS (The Fed) pada Maret nanti, pelaku pasar cenderung fokus ke sentimen harga minyak," katanya.

    Harga minyak mentah jenis WTI Crude pada Kamis (28 Januari 2016) pagi ini, terpantau berada di level 32,10 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah jenis Brent Crude di posisi 32,88 dolar AS per barel.

    Ia menambahkan bahwa melihat pola pergerakan harga saham-saham di BEI yang mayoritas masih bergerak naik, masih akan menjaga laju indeks BEI di area penguatan.

    "IHSG pada hari ini diperkirakan bakal bergerak di kisaran 4.560-4.650 poin dengan kecenderungan menguat," katanya.

    Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan bahwa adanya peluang the Fed menaikan suku bunganya pada Maret mendatang dapat menahan laju indeks BEI bergerak lebih tinggi.

    "The Fed masih membuka peluang untuk menaikkan suku bunga di bulan Maret, sentimen eksternal itu dapat menahan laju IHSG," katanya.

    Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 144,56 poin (0,76 persen) ke level 19.197,01, indeks Nikkei naik 63,03 poin (0,34 persen) ke level 17.222,07, dan Straits Times menguat 11,76 poin (0,47 persen) ke posisi 2.558,17.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.