Luncurkan Logo Baru, Peruri Bidik Pasar Luar Negeri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo baru Peruri (peruri.co.id)

    Logo baru Peruri (peruri.co.id)

    TEMPO.COKarawang - Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) nantinya tak hanya berfokus mengejar bisnis di dalam negeri, tapi juga konsumen di luar negeri. “Kita mulai membidik dokumen sekuriti, dengan target pasar lokal sampai global. Mulai cetak dari luar negeri seperti paspor dan pita cukai," ujar Direktur Utama Peruri Prasetio, di Gedung Wahju Hagono, Kompleks Perum Peruri Karawang, Kamis, 28 Januari 2016.

    Prasetio menjelaskan hal tersebut dalam acara peluncuran logo baru hari ini. Logo baru itu memperlihatkan gambar mata satu, seperti retina mata berwarna biru. Warna biru dipilih karena memiliki makna cerdas. "Artinya, kita harus memulai inisiatif untuk masuk dunia bisnis yang kompetitif dan dinamis," tuturnya.

    Menurut Prasetio, retina mata dipilih karena merupakan sekuriti yang tidak bisa digandakan. Sedangkan pupil mata setiap manusia berbeda dan pemindaian (scan) retina mata adalah sistem pengamanan yang paling tinggi. 

    Lebih jauh, Prasetio membeberkan strategi perusahaan untuk menyongsong era integrated smart security karena selama ini pelanggan Peruri hanya Bank Indonesia. Dalam mempertimbangkan pesanan mata uang luar negeri, perusahaan akan membidik sejumlah negara berkembang, seperti Nepal, Vietnam, dan Filipina. “Mulai banyak pesanan uang dari negara ketiga seperti negara-negara Afrika. Kita sudah mulai dikenal tidak hanya bermain di ranah lokal,” tuturnya.

    Prasetio mengklaim perusahaan membukukan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun belakangan ini. Pada 2015, perusahaan pelat merah ini mencatat kenaikan pendapatan hingga lebih dari 2,2 kali lipat menjadi Rp 3,051 triliun ketimbang pada 2012 saat pendapatannya mencapai Rp 1,39 triliun. Adapun laba bersih perusahaan tahun lalu sebesar Rp 284 miliar. 

    HISYAM LUTHFIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?