Sektor Keuangan dan Perbankan Terbuka untuk Asing  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara. TEMPO/Seto Wardhana

    Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution memimpin rapat koordinasi mengenai Daftar Negatif Investasi (DNI) di sektor keuangan dan perbankan. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan bank sentral memberi ruang kelonggaran terhadap investasi di sektor perbankan. "Kalau situasi tetap stabil, inflasi bagus, BI sudah bilang ada ruang kelonggaran untuk itu," katanya di Jakarta, 28 Januari 2016.

    Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara menambahkan, sektor keuangan dan perbankan sudah cukup terbuka untuk investasi asing.

    "Ini rapat lanjutan DNI dan ada yang akan dilonggarkan supaya minat investasi di sektor ini meningkat," kata Suahasil yang turut menghadiri rapat di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian.

    Menurut Suahasil, peraturan dalam Undang-Undang Keuangan, Perbankan, dan Asuransi sudah cukup terbuka untuk investor asing. "Pokoknya dalam undang-undang sudah terbuka untuk asing melakukan investasi di sektor perbankan.

    Di sektor perbankan, ia menambahkan, kementerian keuangan bekerja sama dengan Bank Indonesia dalam sistem pembayaran dan Otoritas Jasa Keuangan di sektor pengawasan. "Kami terus me-review. Sektor keuangan sudah cukup mengundang asing. Hasil rapat nanti akan diumumkan Menko," ujarnya.



    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.