Korea Selatan Akan Promosikan 100 UKM Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengunjung melihat kerajinan di salah satu stan pada pameran kerajinan Inacraft ke-16, di Jakarta, Rabu (23/4). Inacraft diikuti oleh 1.600 perusahaan dan UKM dan memperdagangkan berbagai aksesoris, perhiasan, pakaian, kain tradisional dan produk tekstil. TEMPO/Tony Hartawan

    Seorang pengunjung melihat kerajinan di salah satu stan pada pameran kerajinan Inacraft ke-16, di Jakarta, Rabu (23/4). Inacraft diikuti oleh 1.600 perusahaan dan UKM dan memperdagangkan berbagai aksesoris, perhiasan, pakaian, kain tradisional dan produk tekstil. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Sekretaris Menteri Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah Agus Muharram, bekerja sama dengan Busan Indonesia Center (BIC) Korea Selatan, akan meningkatkan daya saing produk usaha kecil dan menengah Indonesia. "Seratus UKM Indonesia akan dijadikan mitra UKM Korea Selatan," katanya di Jakarta, Kamis, 28 Januari 2016.

    Menurut Agus, Busan, Korea Selatan, sudah menyiapkan tempat bagi UKM Indonesia untuk dipamerkan di sana. BIC akan menyiapkan tenaga marketing yang bisa diandalkan untuk mempromosikan produk nasional. "UKM yang dipilih untuk bekerja sama adalah sektor manufaktur, seperti metal, mekanik, komponen teknologi informasi, perangkat lunak, dan produksi makanan," ucapnya.  

    Baca: Menteri Jonan: Pemerintah Tak Jamin Proyek Kereta Cepat  

    Menurut Agus, pemerintah Korea Selatan menyadari pentingnya peran Kementerian Koperasi untuk membina para pelaku usaha. Kerja sama juga dilakukan untuk mendorong Korea Selatan berinvestasi di Indonesia. Agus menjamin stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga, bahkan ia menilai pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5 persen.  

    Selain berinvestasi, Agus mendorong ada transfer teknologi antara Korea Selatan dan Indonesia. Kerja sama dengan Korea Selatan ini bukan yang pertama kali. Di sektor UKM, kerja sama pemerintah dengan Korea Trade Investment Promotion Agency sudah berlangsung. "Kerja sama itu untuk mengembangkan produk unggulan daerah dengan pendekatan program one village one product melalui koperasi."  

    Agus juga mendorong produk lokal bisa dipamerkan melalui pemerintah di gedung Smesco, Jakarta. Ia sudah menyediakan tempat bagi produk lokal untuk berdaya saing nasional, bahkan internasional. "Korea bisa membeli produk di Smesco supaya dipromosikan di sana," ucapnya.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.