Kendalikan Konsumsi, Diusulkan Tarif Cukai Rokok Dinaikkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rokok. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi rokok. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Nasional Pengendalian Tembakau mengusulkan kepada pemerintah untuk menaikkan tarif cukai rokok agar harga terkerek naik demi mengendalikan konsumsi rokok nasional.

     

    Penasehat Komnas Pengendalian Tembakau Nafsiah Walinono Mboi menyebutkan harga rokok di Indonesia tercatat paling murah di antara negara kawasan. Akibatnya, warga berpendapat rendah, bahkan anak di bawah umur juga bisa membeli rokok dengan leluasa.

     

    "Usulan kami adalah harga rokok dinaikkan, cukainya dinaikkan, dan pembatasan iklan dan penjualan kepada generasi muda,"katanya usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Rabu(27 Januari 2016).

     

    Pengendalian konsumsi rokok, sambungnya, harus dilakukan agar tidak merugikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

     

    Widyastuti Soerjo, Ketua I Komnas Pengendalian Tembakau, memperkirakan rerata jumlah perokok baru yang hadir setiap hari mencapai 45.000 orang.

     

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menjawab, pemerintah akan mempertimbangkan usulan Komnas Pengendalian Tembakau terkait penaikkan tarif cukai tembakau.

     

    "Ya namanya usukan boleh kan, nanti kita pertimbangkan,"ucapnya.

     

    Pada kesempatan tersebut, dia juga mengatakan Komnas Pengendalian Tembakau juga meminta pemerintah menandatangani ratifikasi pembatasan tembakau internasional.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.