Presiden: Kebijakan Pangan Harus Komprehensif

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) dan Presiden Timor Leste Taur Matan Ruak  mengikuti Upacara Penyambutan Kenegaraan di Palacio Presenditial di Dili, Timor Leste, 26 Januari 2016. Dalam kunjungan tersebut, keduanya akan membahas penguatan kerjasama perdagangan, investasi, energi, pembangunan infrastuktur, dan komitmen bersama untuk mempercepat penyelesaian isu perbatasan darat dan maritim. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

    Presiden Joko Widodo (kanan) dan Presiden Timor Leste Taur Matan Ruak mengikuti Upacara Penyambutan Kenegaraan di Palacio Presenditial di Dili, Timor Leste, 26 Januari 2016. Dalam kunjungan tersebut, keduanya akan membahas penguatan kerjasama perdagangan, investasi, energi, pembangunan infrastuktur, dan komitmen bersama untuk mempercepat penyelesaian isu perbatasan darat dan maritim. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengingatkan para menteri agar pengambilan kebijakan pangan dilakukan komprehensif dan tidak sektoral.

    Dalam rapat terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Rabu, 27 Januari 2016 Presiden Jokowi mengingatkan harga pangan di Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan dengan sejumlah negara di Asia lainnya, sehingga kebijakan sektoral justru merugikan.

    "Kita ingin petani sejahtera, konsumen juga mendapatkan pangannya, yang sejahtera jangan hanya yang di tengah, yang berproduksi juga harus diberikan keuntungan dan kesejahteraan," kata Presiden.

    Jokowi mencontohkan, kebijakan kementerian pertanian jangan hanya melihat dari sisi petani, demikian pula kebijakan kementerian perdagangan jangan hanya melihat dari sisi pedagang.

    "Intinya kita membutuhkan kebijakan yang seimbang, itu bukan hal yang mudah, tapi kalau bekerja semua bisa, intinya ada kebijakan yang seimbang, saya minta dalam rumuskan kebijakan pangan punya pandangan yang komprehensif," kata Presiden.

    Sejak 2011 hingga 2015, Presiden mencatat kenaikan harga pangan sudah 10 persen.

    Pemerintah akan mendorong agar harga pangan stabil dan murah, salah satunya dengan sinkronisasi kebijakan antarkementerian.

    "Harus dicermati betul sehingga harga bisa kembali normal. Maka langkah komprehensif perbaiki permintaan, suplai dan rantai perdagangan harus betul-betul komprehensif dan tepat," kata Presiden dalam rapat yang dihadiri Menko Polhukam Luhut Pandjaitan, Menko Maritim Rizal Ramli, Menkes Nila F Moeloek, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Mentan Amran Sulaiman dan Mendag Thomas Lembong dan sejumlah pejabat lainnya itu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.