Menteri Pertanian Potong Rantai Pasok Komoditas Pangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan penyuluhan kepada petani setelah acara panen jagung bersama Kelompok Tani Subur Raharjo di Girinyono, Sendangsari, Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, 4 November 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan penyuluhan kepada petani setelah acara panen jagung bersama Kelompok Tani Subur Raharjo di Girinyono, Sendangsari, Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, 4 November 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman akan memotong rantai pasok komoditas pangan sebagai upaya mengatasi kenaikan harga pangan yang kerap terjadi.

    Rekomendasi tersebut disampaikan menyusul kenaikan harga komoditas pangan sejak akhir 2015 seperti bawang merah, cabai merah, beras, hingga daging sapi.

    "Supply chain yang panjang adalah salah satu penyebabnya (kenaikan harga). Maka, saran saya, kita akan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Perum Bulog bahwa rantai pasok ini harus dipotong untuk semua komoditas," kata Amran yang ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Hortikultura, Jakarta, Rabu, 27 Januari 2016.

    Ia menjelaskan, rantai pasokan yang panjang merupakan salah satu penyebab tingginya harga komoditas pangan di Indonesia.

    Pasalnya, rantai pendistribusian pasokan komoditas pangan yang panjang itu membuat harga di tingkat petani rendah, namun melambung di tingkat konsumen.

    "Strategi pemerintah adalah memotong supply chain. Jadi nanti kami akan dukung Bulog agar membeli produksi petani. (Khusus untuk bawang), dari tadinya delapan titik rantai pasok, akan dipotong tiga atau empat titik. Dipotong 50 persen," jelasnya.

    Amran menuturkan, dengan memangkas rantai pasok yang panjang itu, proses distribusi pangan akan menjadi lebih singkat.

    "Jadi dari petani langsung dibeli Bulog. Bulog akan pasarkan langsung ke pasar dan dari pasar langsung diserap konsumen. Itu solusinya dan ini untuk seluruh komoditas, termasuk daging sapi," ujarnya.

    Kementan, lanjut dia, juga akan memberikan dukungan untuk memperluas peran Bulog terhadap komoditas pangan strategis selain beras melalui Toko Tani Indonesia sebagai etalase menjual produk petani lokal.

    Menurut Amran, dipotongnya rantai pasokan yang panjang itu akan membentuk struktur pasar yang baru di mana harga pangan di tingkat petani akan terangkat, sementara harga di tingkat konsumen bisa ditekan.

    "Intinya kita ingin membentuk struktur pasar baru. (Masalah harga) ini tidak akan pernah selesai kalau tidak dibenahi dari sekarang," pungkas Amran.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?