Sumbar Siapkan 2.000 Hektar Lahan Ternak Sapi Modern

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kedua kiri) meninjau peternakan sapi di Balai Pembibitan Peternakan Sapi Padang Mengatas, Kecamatan Luwak, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat, 8 Oktober 2015. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo (kedua kiri) meninjau peternakan sapi di Balai Pembibitan Peternakan Sapi Padang Mengatas, Kecamatan Luwak, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat, 8 Oktober 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi Sumatra Barat membuka peluang bagi investor dalam negeri untuk menanamkan modalnya di sektor peternakan sapi dengan menggarap lahan 2.000 hektare di Kabupaten Pasaman Barat.

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Sumbar Masrul Zein menyebutkan pemerintah setempat menyediakan lahan seluas 2.000 hektare untuk peternakan sapi modern.

    “Lahannya sudah ready 2.000 hektare. Kami prioritaskan untuk investor lokal,” katanya, Rabu (27 Januari 2016)

    Dia mengatakan pemerintah setempat berencana membangun peternakan dan pembibitan sapi terpadu yang dikelola secara modern, dengan integrasi ke rumah potong hewan (RPH) di Payakumbuh, dan Pelabuhan Teluk Tapang untuk kemudahan transportasi.

    Adapun, lahan milik pemda di lakasi peternakan itu mencapai 1.000 hektare, sisanya sudah ditempati oleh masyarakat. Namun, pemerintah setempat merencanakan peternakan sapi dengan melibatkan masyarakat melalui sistem plasma.

    Masrul menyebutkan sudah ada investor dalam negeri yang tertarik menanamkan modalnya untuk berinvestasi di daerah itu. Bahkan, pengurusan izin untuk impor bibit sapi pun sudah dilakukan.

    “Sudah ada investor yang minat, kami masih buka untuk investasi lainnya, prioritasnya investor dalam negeri,” ujarnya.

    Dia mengatakan kebutuhan daging sapi di daerah itu masih sangat tinggi, karena daging asal Sumbar juga diperuntukan memenuhi kebutuhan daging provinsi tetangga.

    Erinaldi, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar menyebutkan produksi sapi daerah itu mencapai 23.000 ton per tahun dengan konsumsi lokal sekitar 13.000 ton.

    “Kalau di Sumbar sendiri sebetulnya sudah surplus, tetapi kan kebutuhan di provinsi tetangga juga tinggi, karena sapi dari sini juga dibawa ke provinsi tetangga,” katanya.

    Menurutnya, daging sapi asal Sumbar juga dibawa untuk memenuhi kebutuhan daging di Riau, Jambi, Kepulauan Riau, hingga Jawa.

    Dia menyebutkan pemerintah setempat berencana mengembangkan peternakan terpadu di lahan seluas 2.000 ha di Kabupaten Pasaman Barat untuk mengejar swasembada daging dalam negeri.

    Selain itu, pemda juga membina lebih dari 300 kelompok tani yang mengembangkan peternakan sapi lokal dan impor di sentra-sentra peternakan di Kabupaten Agam, Limapuluh Kota, dan Tanah Datar.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?