Kalbe Resmikan Pabrik Obat Biologis Senilai US$ 35 Juta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT. Kalbe Farma Tbk. ANTARA/HO-Ari

    PT. Kalbe Farma Tbk. ANTARA/HO-Ari

    TEMPO.COBekasi - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) meresmikan pembangunan pabrik obat biologis PT Kalbio Global Medika di Cikarang, Bekasi. Menelan investasi sebesar US$ 30-35 juta, pabrik yang berdiri di lahan seluas 10 ribu meter persegi ini akan mulai berproduksi pada semester II tahun ini.

    "Pembangunan pabrik obat biologis ini merupakan tindak lanjut Kalbe untuk mendukung terciptanya industri farmasi yang terintegrasi, dari produksi bahan baku, penguasaan teknologi, hingga peningkatan ekspor," kata Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Irawati Setiady, Rabu, 27 Januari 2016.

    Pabrik ini merupakan hasil patungan Kalbe dengan perusahaan asal Korea Selatan, Genexine Inc, yang membentuk joint venture bernama PT Kalbe-Genexine Biologics. Kalbe Farma memiliki 60 persen bagian perusahaan itu, sedangkan sisanya dimiliki Genexine.

    Nantinya, pabrik ini akan memproduksi berbagai jenis obat biologis, seperti vaksin, protein, dan antibodi. Kapasitasnya setara 10,5 juta suntikan (syringe) per tahun yang tidak hanya akan dipasarkan di Indonesia. "Ini akan semakin memantapkan langkah industri farmasi Indonesia dalam memenangi kompetisi di ASEAN maupun global," ujar Irawati.

    Saat ini Kalbe telah mengekspor produknya ke Singapura, Malaysia, Filipina, Timor Leste, Sri Lanka, Afrika Selatan, Nigeria, Uni Emirat Arab, Kamboja, Myanmar, Thailand, Hong Kong, dan Vietnam.

    Menteri Perindustrian Saleh Husin menyatakan pasar produk farmasi Indonesia sendiri pada 2016 ini diproyeksikan sebesar Rp 69,07 triliun. "Ini berarti tumbuh sekitar 9 persen dari tahun lalu," tuturnya. Angka itu diharapkan meningkat menjadi Rp 102,05 triliun pada 2020.

    PINGIT ARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.