Nonton Gerhana Matahari, Turis Asing Ke Bangka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita melihat proses Gerhana Matahari Total dengan mengenakan kacamata dan kaca di Budapest, Hungaria, 20 Maret 2015. REUTERS

    Seorang wanita melihat proses Gerhana Matahari Total dengan mengenakan kacamata dan kaca di Budapest, Hungaria, 20 Maret 2015. REUTERS

    TEMPO.COJakarta - Sebanyak 258 wisatawan mancanegara sudah memesan tiket melalui biro perjalanan untuk menyaksikan fenomena alam gerhana matahari total di Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung, yang diprediksi terjadi pada 9 Maret 2016.

    "Kami sudah mendapat informasi dari biro perjalanan wisata bahwa sampai sekarang tercatat sebanyak 258 wisman sudah pesan tiket untuk datang menyaksikan gerhana," kata Kepala Disbudparpora Bangka Tengah Zaidi, di Koba, Rabu, 27 Januari 2016.

    Ia menjelaskan kedatangan para wisatawan mancanegara ini melalui jasa travel, baik lokal, nasional, maupun internasional.

    "Kami selalu berkomunikasi dengan berbagai jasa biro perjalanan tersebut, baik yang berada di Bangka Belitung, Jakarta, maupun biro perjalanan internasional," ujarnya.

    “Dari laporan para biro perjalanan tersebut, kami mendapat angka sementara jumlah wisatawan asing yang sudah konfirmasi untuk datang menyaksikan gerhana," tambah Zaidi.

    Mereka selalu berkoordinasi dengan sejumlah biro perjalanan wisata agar paket yang mereka tawarkan selaras dengan kenyataan yang dilihat di lapangan.

    "Paket wisata yang mereka tawarkan tentu harus sesuai dengan persiapan gerhana yang sudah kami lakukan selama ini," ujarnya.

    Di antara paket yang ditawarkan adalah ruang khusus bagi wisatawan mancanegara untuk menyaksikan gerhana.

    "Tentu paket yang ditawarkan biro perjalanan wisata ini disesuaikan dengan kenyataan di lapangan, dan tentu kami menyetujui paket tersebut untuk menarik minat wisatawan," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.