Bulog Bakal Urus 11 Bahan Pangan, Apa Saja?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi dengan Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik, Djarot Kusumayakti (kanan) dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno melihat pasokan beras di Pergudangan Bulog, Sunter, Jakarta, 2 Oktober 2015. Tempo/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi dengan Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik, Djarot Kusumayakti (kanan) dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno melihat pasokan beras di Pergudangan Bulog, Sunter, Jakarta, 2 Oktober 2015. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah tengah menyiapkan peraturan presiden tentang penugasan Bulog untuk mengelola sebelas komoditas pangan strategis. Bagaimanapun, Bulog tetap diminta fokus mengurus beras. "Bulog untuk sementara ini harus tetap di beras," kata Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu, 27 Januari 2016.

    Saat ini, dengan dampak El Nino yang belum berakhir dan ancaman La Nina, stabilitas pasokan dan harga beras sebagai makanan pokok harus benar-benar dijaga. "Jangan sampai itu tidak terjaga dengan baik karena sibuk ke mana-mana,” kata Lembong.

    Kesebelas komoditas yang akan dikelola Bulog adalah beras, jagung, kedelai, gula, daging sapi, ikan, garam, cabai, ayam, bawang merah, dan bawang putih.

    Saat ini misalnya, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dalam rapat koordinasi bidang pangan di kantornya telah memutuskan penugasan impor 200 ribu ton gula oleh Bulog.

    Sementara pemerintah tengah menyiapkan regulasi sebagai payung hukum, Lembong juga menyatakan Bulog masih akan perlu waktu untuk membangun kapasitas penyimpanan untuk sebelas komoditas tersebut. Buktinya, saat tahun lalu Bulog diberi tugas untuk melakukan intervensi harga daging sapi, hasilnya belum optimal, karena fasilitas dan pengalaman yang dimiliki pun masih terbatas. “Mohon pengertian dan kesabarannya, kita butuh waktu," kata Lembong.

    PINGIT ARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.